Jakarta – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial kebencanaan senilai Rp54,57 miliar kepada warga terdampak bencana di Kabupaten Agam (Sumatera Barat), serta Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya (Aceh), Jumat (4/4/2026).
Penyaluran dilakukan meski bertepatan dengan hari libur nasional sebagai bagian dari percepatan bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Meski di hari libur, kita tetap menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memimpin penyaluran secara daring dari Jakarta.
Rincian Bantuan di Tiga Daerah, Di Kabupaten Agam, bantuan senilai Rp11,7 miliar disalurkan untuk 8.195 penerima jaminan hidup (jadup), santunan ahli waris tahap kedua bagi 8 keluarga korban meninggal, serta santunan luka bagi 105 korban.
Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, bantuan sebesar Rp20,7 miliar diberikan kepada 15.377 penerima manfaat. Adapun di Kabupaten Bireuen, bantuan senilai Rp22,1 miliar disalurkan untuk 16.374 penerima jadup.
“Total bantuan mencapai Rp54,57 miliar dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya untuk bantuan isi rumah dan stimulan ekonomi,” ujar Gus Ipul.
Skema Bantuan Pascabencana, Kemensos menjelaskan, bantuan pascabencana mencakup santunan ahli waris sebesar Rp15 juta, bantuan korban luka berat Rp5 juta, bantuan isi rumah Rp3 juta per keluarga, serta stimulan ekonomi Rp5 juta per keluarga.
Selain itu, diberikan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.
Verifikasi Data Berlapis, Untuk memastikan ketepatan sasaran, data penerima bantuan diverifikasi secara berlapis. Data bersumber dari BNPB, diverifikasi pemerintah daerah, dan disahkan melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) dengan melibatkan Dukcapil dan BPS.
Data tersebut kemudian ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri sebagai dasar penyaluran bantuan.
“Sekitar 75 ribu data sudah ditandatangani, dan ke depan bisa mencapai 90 hingga 100 ribu penerima,” jelas Gus Ipul.
Penyaluran Fleksibel hingga Door-to-Door, Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan beberapa skema, mulai dari pengambilan di kantor pos, distribusi melalui titik komunitas, hingga layanan door-to-door bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Mensos mengapresiasi peran PT Pos yang tetap beroperasi meski hari libur demi mempercepat distribusi bantuan.
Dampak Nyata di Daerah, Pemerintah daerah menyatakan bantuan yang diberikan sangat membantu proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Kami sangat merasakan manfaat bantuan ini, baik jadup maupun stimulan ekonomi,” ujar Bupati Pidie Jaya.
Percepatan Penanganan Pascabencana, Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana, tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga dukungan ekonomi dan pemulihan kehidupan masyarakat.
Kemensos memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara bertahap seiring selesainya proses verifikasi data di daerah terdampak lainnya. (Red)







