Bandar Lampung – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun anggaran 2026. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan riil masyarakat yang hingga saat ini masih didominasi persoalan konektivitas dan kualitas jalan.
Menurut Mukhlis, jika melihat skala prioritas pembangunan daerah, sektor infrastruktur jalan masih menempati posisi teratas dibandingkan sektor lainnya.
“Kalau melihat skala prioritasnya, pembangunan di Lampung saat ini masih didominasi oleh kebutuhan infrastruktur jalan,” ujar Mukhlis, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan, fokus pada pembangunan jalan tidak serta-merta mengesampingkan sektor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), termasuk irigasi. Namun, keterbatasan anggaran menuntut pemerintah daerah untuk menetapkan sektor yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Bukan berarti PSDA tidak butuh perhatian, tetapi dari sisi prioritas anggaran, pembangunan jalan masih lebih utama karena menyangkut akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” katanya.
Mukhlis menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah telah melakukan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi secara cukup optimal. Oleh karena itu, pada 2026 kebijakan lebih diarahkan pada pemeliharaan dan optimalisasi infrastruktur irigasi yang sudah ada, sembari memaksimalkan anggaran untuk peningkatan dan perbaikan jalan.
Ia menambahkan, kondisi infrastruktur jalan yang memadai menjadi kunci penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar.
“Persoalan irigasi memang belum sepenuhnya selesai, tetapi jika melihat kebutuhan dan aspirasi masyarakat hari ini, perbaikan dan pembangunan jalan masih menjadi urgensi utama,” pungkasnya.
DPRD Provinsi Lampung, lanjut Mukhlis, akan terus mengawal kebijakan pembangunan infrastruktur agar tepat sasaran, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (Red/Adv)







