Jakarta – Kementerian Sosial Republik Indonesia akan melelang logam mulia serta perhiasan emas dan mutiara dengan total nilai limit mencapai lebih dari Rp10 miliar. Barang-barang tersebut merupakan hadiah tidak tertebak (HTT) dan hadiah tidak diambil pemenangnya (HTDP) dari program Undian Gratis Berhadiah (UGB) yang sesuai ketentuan diserahkan kepada negara melalui Kemensos.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, barang yang dilelang merupakan akumulasi hadiah sejak tahun 2008 yang tidak pernah diambil oleh pemenang maupun tidak berhasil ditebak penerimanya.
“HTT itu hadiah tidak tertebak. Jadi hadiahnya sudah ada, tapi tidak ada yang mengambil. Ada juga HTDP, hadiah tidak diambil pemenangnya. Kalau HTDP itu pemenangnya sudah ada, tapi tidak diambil,” kata Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Adapun barang yang akan dilelang terdiri dari:
- 738 keping logam mulia dengan total berat 3.230 gram;
- 832 keping perhiasan emas dengan total berat 2.967 gram; serta
- 756 pasang perhiasan mutiara.
Total nilai limit lelang ditetapkan sebesar Rp10.176.929.000.
Gus Ipul menegaskan, seluruh hasil lelang nantinya akan digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial maupun ekonomi. Bantuan tersebut di antaranya diarahkan untuk renovasi rumah tidak layak huni, bantuan usaha produktif, hingga penguatan pemberdayaan masyarakat miskin agar lebih mandiri.
“Nanti hasilnya sepenuhnya membantu keluarga-keluarga yang memang secara nyata membutuhkan bantuan, baik itu untuk pembangunan rumah supaya lebih layak huni atau bantuan-bantuan usaha sebagai dukungan agar mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Pelaksanaan aanwijzing atau penjelasan teknis lelang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB melalui Zoom Meeting. Sementara proses lelang telah dibuka sejak 13 Mei 2026 dan akan ditutup pada 25 Mei 2026 pukul 14.35 WIB sesuai waktu server.
Mensos menekankan bahwa proses lelang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh masyarakat umum. Ia berharap tingginya partisipasi masyarakat dapat meningkatkan nilai hasil lelang sehingga manfaat yang diterima masyarakat juga semakin besar.
“Ini terbuka, siapa pun yang ingin ikut silakan. Semakin banyak peminat tentu semakin bagus, lebih-lebih kalau nilainya juga meningkat terus. Niatnya juga membantu mereka yang membutuhkan,” pungkas Gus Ipul. (Red)







