Kemensos Percepat Penanganan Gempa NTT, Siapkan 48 Ton Beras dan 168.854 Porsi Makanan

Manggarai, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penanganan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan gempa yang digelar di Posko Utama Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026).

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono hadir secara langsung dalam rapat koordinasi yang berlangsung secara hybrid tersebut. Rakor membahas kondisi terkini, kebutuhan masyarakat, serta langkah percepatan penanganan tanggap darurat di sejumlah wilayah terdampak.

Rakor turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati. Hadir pula perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta sejumlah BUMN terkait.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, rakor digelar untuk memperoleh laporan kondisi terkini di wilayah terdampak, langkah taktis tanggap darurat, serta kebutuhan yang harus segera ditangani dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Kita minta laporan kondisi existing, kemudian juga langkah taktis yang diambil dalam tanggap darurat, dan penanganan-penanganan yang harus segera cepat dilakukan,” ujar Cucun.

Cucun juga meminta adanya pembagian tugas yang jelas antara BNPB, Kemensos, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, percepatan penanganan diperlukan karena dampak gempa tidak hanya terjadi di Kabupaten Manggarai, tetapi juga sejumlah kabupaten lain di Pulau Flores.

53 Orang Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan, gempa utama yang melanda wilayah NTT berkekuatan 7,7. Hingga saat ini tercatat sebanyak 995 kali gempa susulan, dengan beberapa di antaranya memiliki kekuatan signifikan hingga 6,2.

Berdasarkan data sementara per 16 Agustus 2026, gempa berdampak pada enam kabupaten di Pulau Flores dengan total korban meninggal dunia mencapai 53 orang.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 1 orang, dan Ngada 1 orang.

Suharyanto juga melaporkan adanya tambahan korban di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. BNPB akan segera melakukan asesmen sekaligus memastikan kebutuhan logistik masyarakat di wilayah tersebut.

Sementara itu, kerusakan rumah yang tercatat sementara meliputi 299 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, dan 50 rumah rusak ringan. Data tersebut masih terus diperbarui seiring dengan proses asesmen di lapangan.

Kemensos Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi

Menanggapi kondisi tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan kesiapan Kemensos untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Kemensos mengoptimalkan dukungan dari gudang-gudang logistik yang berada di wilayah NTT. Namun, distribusi bantuan menghadapi kendala akibat kondisi pelayaran.

“Kemensos memiliki tiga gudang, yang dua ada di Kupang, satu di Sentra Efata dan satu di Dinsos Provinsi. Sejak kemarin barang sudah siap, tetapi karena ada kondisi kapal tidak bisa berlayar, maka pada malam hari ini baru bergerak,” ujar Agus Jabo.

Untuk mengantisipasi kendala distribusi, Kemensos menyiapkan strategi alternatif dengan melakukan pengadaan langsung di titik-titik terdampak. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak harus menunggu seluruh bantuan tiba dari gudang logistik.

Bantuan yang diprioritaskan meliputi bahan permakanan dan kebutuhan darurat, seperti tenda, selimut, pakaian, serta perlengkapan khusus bagi perempuan dan anak-anak.

“Yang kita distribusikan mulai dari bahan-bahan permakanan, kemudian logistik. Logistik itu mulai dari tenda, kemudian selimut, termasuk bagian ibu-ibu, bagian anak-anak,” katanya.

Siapkan 48 Ton Beras dan Dapur Umum

Untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat terdampak, Kemensos juga menyiapkan pengadaan 48 ton beras melalui kerja sama dengan Bulog setempat.

Selain bantuan logistik, Kemensos mengoperasikan dapur umum di sejumlah wilayah yang memiliki banyak pengungsi, antara lain Nagekeo, Sikka, dan Manggarai.

Selama tujuh hari, dapur umum tersebut disiapkan untuk memproduksi 168.854 porsi makanan bagi masyarakat terdampak.

Kemensos juga telah menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia. Dua ahli waris yang telah teridentifikasi masing-masing menerima santunan sebesar Rp15 juta.

“Secara simbolis yang teridentifikasi itu dua orang. Jadi kita sudah berikan masing-masing ahli waris Rp15 juta. Dan nanti begitu data sudah disinkronisasi, akan segera kita berikan,” ujar Agus Jabo.

Distribusi Disesuaikan dengan Kondisi Lapangan

Wamensos menegaskan, Kemensos akan terus menyesuaikan pola distribusi bantuan dengan kondisi dan aksesibilitas wilayah terdampak.

Untuk daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut, Kemensos akan melakukan pengadaan kebutuhan secara langsung di lokasi. Kemensos juga berkoordinasi dengan BNPB untuk memperoleh dukungan transportasi udara apabila diperlukan.

“Kita akan berusaha sekuat-kuatnya supaya kebutuhan-kebutuhan dasar di titik-titik bencana kita lakukan dengan cepat, sampai menunggu proses datangnya logistik dari gudang-gudang yang kita kirim melalui jalur laut,” kata Agus Jabo.

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, rakor juga membahas pemulihan layanan dasar masyarakat yang terdampak gempa.

BNPB melaporkan Rumah Sakit Umum Daerah Manggarai mengalami kerusakan sehingga pelayanan kesehatan dilakukan secara terbatas. Untuk memperkuat layanan kesehatan, Kementerian Kesehatan akan mengirimkan rumah sakit lapangan menggunakan pesawat Hercules.

Sementara itu, kementerian/lembaga bersama BUMN terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan berbagai layanan dasar, termasuk listrik, ketersediaan BBM, dan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

Kemensos memastikan respons kemanusiaan akan terus dilakukan secara cepat dan adaptif dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat terdampak, sekaligus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh kementerian/lembaga terkait. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *