Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati, menyoroti meningkatnya kasus Tuberkulosis (TBC) di Lampung yang dinilai telah menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun, angka kasus TBC di Lampung pada 2025 mencapai sekitar 25 persen, sementara pada 2026 hingga Maret tercatat 11 persen. Dalam beberapa tahun terakhir, tren kasus disebut terus mengalami peningkatan.
“Kalau kita lihat dari data tahun ke tahun, ini terus meningkat. Bahkan sekarang Lampung sudah masuk tiga besar di Sumatera dan 10 besar secara nasional. Ini sudah menjadi peringatan keras,” ujarnya, Rabu (15/04/2026).
Condrowati meminta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung segera mengambil langkah konkret, terutama dalam meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya TBC.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa dirinya terinfeksi TBC, padahal penyakit ini membutuhkan pengobatan yang disiplin dan berkelanjutan.
“Pengobatan TBC itu harus dijalani selama enam bulan secara terus-menerus. Kalau terputus, misalnya satu hari saja, maka pengobatan harus diulang dari awal. Ini yang belum banyak dipahami masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya edukasi masif agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan penyebaran TBC.
Terkait langkah lanjutan, Komisi V DPRD Lampung berencana memanggil Dinas Kesehatan melalui rapat dengar pendapat (RDP) guna membahas penanganan kasus TBC secara lebih komprehensif.
“Ke depan kami akan koordinasi dengan pimpinan dan anggota Komisi V. Dalam waktu dekat, kemungkinan akhir bulan ini, kami akan menjadwalkan RDP untuk membahas persoalan TBC ini,” tegasnya. (Red/Adv)











