DPRD Lampung Soroti Jembatan Putus di Way Pengubuan, Desak Penanganan Darurat Segera

Bandar Lampung – Putusnya jembatan utama di wilayah Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, memicu aksi protes warga yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir. Mulai dari emak-emak, tokoh masyarakat, hingga anak-anak sekolah turun ke jalan menuntut pemerintah segera memperbaiki akses penghubung antarkampung yang lumpuh total.

Jembatan di Way Pengubuan tersebut merupakan urat nadi aktivitas masyarakat. Akibat kerusakan itu, warga dan pelajar terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh mencapai hampir 40 kilometer.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan Lampung Tengah, Budi Hadi Yunanto.

Menurutnya, persoalan tersebut harus segera ditangani karena berdampak langsung terhadap dunia pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jika harus memutar, jaraknya hampir 40 kilometer hanya untuk kegiatan pendidikan. Ini tentu sangat memberatkan,” ujar Budi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (21/5/2026).

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dapat bergerak cepat dan bahu-membahu menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk dengan membangun jembatan darurat sebagai langkah awal penanganan.

“Kalau perlu dilakukan secara gotong royong. Saya yakin Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memiliki pola dan langkah untuk menyelesaikan persoalan yang sifatnya darurat,” tegasnya.

Budi mengungkapkan bahwa kasus infrastruktur rusak di Lampung Tengah bukan kali pertama terjadi. DPRD Provinsi Lampung, kata dia, menerima banyak keluhan masyarakat terkait kerusakan jembatan penghubung antardesa, jalan pertanian, hingga akses ekonomi menuju pasar.

Kondisi geografis Lampung Tengah yang banyak dialiri sungai membuat keberadaan jembatan menjadi sangat vital bagi mobilitas masyarakat.

Namun demikian, kasus jembatan putus di Way Pengubuan dinilai menjadi yang paling mendesak karena menyangkut akses pendidikan dan masa depan anak-anak sekolah di wilayah tersebut.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan jembatan agar aktivitas pendidikan, ekonomi, dan mobilitas warga di Kampung Tanjung Ratu dapat kembali berjalan normal. (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *