Lampung Timur – Pemerintah pusat terus memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan melalui transformasi digital dan kemudahan akses pembiayaan.
Langkah tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, ke Koperasi Agro Mulyo Lestari di Desa Giri Mulyo, Lampung Timur, Senin (4/5/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan koperasi mampu mengelola komoditas unggulan daerah secara profesional agar berdaya saing di pasar global.
“Ini bukan hanya kunjungan formal. Kami hadir untuk memastikan koperasi benar-benar tumbuh, mandiri, dan mampu bersaing. Koperasi harus masuk ke sektor produksi, distribusi, bahkan industri,” ujar Farida saat meninjau langsung potensi lokal.
Menurutnya, koperasi harus mampu mengelola potensi besar seperti kakao dan alpukat agar dapat menembus pasar nasional hingga internasional.
Koperasi Agro Mulyo Lestari yang berdiri sejak tahun 2021 kini menjadi wadah bagi 90 petani di Kecamatan Marga Sekampung untuk mengembangkan usaha agribisnis.
Fokus utama koperasi ini adalah pengembangan Alpukat Siger, varietas lokal unggulan yang memiliki daya tarik tinggi karena bentuknya yang menarik dan bobot buah yang relatif lebih berat.
Selain memiliki rasa yang lebih pulen dan kulit buah mengkilap, pohon Alpukat Siger juga tergolong produktif dengan masa berbuah relatif singkat, yakni antara 2 hingga 3 tahun setelah tanam.
Saat ini, koperasi mengelola lahan perkebunan seluas 360 hektare dengan perkiraan panen raya pada bulan Maret dan September. Dari luasan tersebut, koperasi diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 200 ton buah alpukat.
Pemasaran produk telah menjangkau wilayah Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga Sumatera, bahkan berhasil menembus jaringan ritel modern seperti Superindo.
Meski memiliki potensi besar, koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses permodalan, jangkauan pasar, hingga kualitas sumber daya manusia.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM menyediakan skema pembiayaan khusus bagi koperasi.
“LPDB ini adalah ‘bank’-nya koperasi. Kami menyediakan pembiayaan berbunga rendah hanya tiga persen khusus bagi koperasi,” jelas Farida.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik dukungan tersebut dan menekankan pentingnya pengelolaan yang terintegrasi.
“Potensi kami besar, mulai dari kakao hingga alpukat. Tinggal bagaimana kita kelola secara profesional dan terintegrasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam pendampingan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desa.
Selain penguatan modal, Kementerian Koperasi dan UKM juga tengah membangun ekosistem digital melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini diharapkan mampu mempercepat transformasi koperasi menjadi entitas modern yang menjadi penggerak utama ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Dalam operasionalnya, Koperasi Agro Mulyo Lestari masih menghadapi sejumlah kendala teknis, seperti proteksi hama penyakit, kebutuhan air saat musim kemarau, serta aspek keamanan.
Ketua Koperasi, Suparno, berharap adanya pendampingan dari penyuluh atau tenaga profesional dalam pengendalian hama yang menyerang pohon dan buah alpukat.
Selain itu, koperasi juga membutuhkan dukungan armada distribusi serta perluasan jaringan pemasaran.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk menggandeng berbagai pihak dalam mendukung riset dan pengembangan komoditas unggulan.
“Pemprov siap menggandeng kementerian, Bea Cukai, dan perguruan tinggi untuk mendukung riset serta pengembangan komoditas unggulan seperti alpukat ini,” pungkasnya. (Red/Adv)












