Aceh – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan di sela rangkaian kunjungan kerja pemerintah pusat untuk meninjau hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana sekaligus memastikan penyaluran berbagai bantuan pemerintah, termasuk jaminan hidup (jadup), berjalan dengan baik.
Dalam sambutannya usai Salat Jumat, Gus Ipul menyampaikan bahwa setiap musibah merupakan ujian yang harus dihadapi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk tetap mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta memperkuat kesabaran dalam menghadapi cobaan.
“Setiap musibah harus kita sikapi sebagai orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Orang yang bertakwa itu harus mampu berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari, memiliki sikap qana’ah, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai ujian,” ujar Gus Ipul.
Ia juga menambahkan bahwa hari Jumat merupakan hari yang penuh keberkahan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
“Kita berharap mudah-mudahan semua doa kita diterima oleh Allah SWT. Hari Jumat adalah hari yang baik untuk berdoa agar kita mampu melewati masa-masa sulit ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menjelaskan bahwa pemerintah terus bekerja secara terpadu dalam menangani dampak bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai kementerian, lembaga, BUMN, serta unsur TNI dan Polri dikerahkan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
“Presiden mengerahkan seluruh sumber daya negara dan membentuk satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, pada tahap awal pemerintah fokus pada penanganan darurat, sementara saat ini upaya penanganan mulai memasuki fase pemulihan, termasuk penyediaan hunian sementara bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Secara normatif, penyediaan hunian sementara berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, karena skala bencana cukup besar, Presiden menginstruksikan berbagai pihak untuk terlibat membantu penyediaannya.
“BUMN, lembaga, hingga pihak swasta ikut bergotong royong menghadirkan hunian sementara agar masyarakat yang terdampak segera memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan,” jelasnya.
Selain penyediaan hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi keluarga terdampak, seperti bantuan perbaikan rumah, jaminan hidup (jadup), serta dukungan sosial lainnya yang saat ini sedang dalam proses penyaluran.
“Sekarang kita dalam proses penyaluran. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan, menjelang Lebaran, seluruh bantuan ini sudah dapat diterima oleh masyarakat yang berhak,” kata Gus Ipul.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus memantau perkembangan penanganan bencana di Aceh sejak awal kejadian.
Ia bahkan turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Saya langsung berangkat ke Aceh dan menyusuri sejumlah daerah terdampak untuk melihat situasi secara langsung. Dari pemantauan kami, dampak bencana ini cukup luas, terutama di Aceh,” ujar Tito.
Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi kemajuan signifikan dalam proses pemulihan, seperti pulihnya akses jalan nasional, jaringan listrik, komunikasi, serta distribusi bahan bakar.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti pembersihan lumpur, pembangunan jembatan permanen, serta perbaikan infrastruktur di beberapa wilayah.
“Sekarang banyak hal sudah kembali normal, tetapi pekerjaan belum selesai. Masih ada lumpur yang harus dibersihkan dan jembatan yang perlu dibangun secara permanen,” jelasnya.
Tito juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
“Kami menargetkan para pengungsi tidak lagi tinggal di tenda. Mereka harus dipindahkan ke hunian sementara atau diberikan dukungan untuk tinggal di rumah keluarga,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga terus menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak, termasuk bantuan sosial dari Kementerian Sosial berupa jaminan hidup bagi pengungsi serta bantuan kebutuhan dasar lainnya.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat. Atas arahan Presiden, pemerintah berupaya agar bantuan ini bisa disalurkan secepatnya, termasuk sebelum Lebaran,” kata Tito.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh merupakan kerja bersama seluruh unsur pemerintah, baik pusat maupun daerah, dengan dukungan masyarakat.
“Kami mohon doa agar kita semua diberi kekuatan untuk menjalankan tugas-tugas ini dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik,” tutupnya. (Red/Adv)








