Mensos Gus Ipul Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat, Disiplin dan Transparansi Jadi Fokus Utama

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya penguatan tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Fokus pembenahan meliputi sarana prasarana, sumber daya manusia, tata kelola keuangan, hingga sistem pembelajaran dan pengawasan di lingkungan sekolah berasrama.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi bersama kepala Sekolah Rakyat secara daring di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

“Pertemuan kita ini guna melakukan koordinasi, menyamakan persepsi tentang beberapa hal yang perlu untuk kita tindaklanjuti dalam hari-hari ke depan berkaitan dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun 2026-2027,” ujar Gus Ipul.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Tenaga Ahli Menteri Andy Kurniawan dan Budi Prasetyo, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Afrizon Tanjung, Kepala Biro Umum Salahuddin Yahya, serta ratusan kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat dari berbagai daerah.

Dalam arahannya, Gus Ipul meminta seluruh jajaran Sekolah Rakyat memperkuat kedisiplinan dan menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, lingkungan sekolah yang tertib dan bersih akan membentuk semangat belajar sekaligus karakter siswa.

“Bagaimana kita menjaga, merawat, memastikan bahwa yang sudah dibangun ini benar-benar bisa memotivasi dan memberikan semangat serta mendorong kita untuk bekerja lebih optimal. Semuanya harus rapi dan tertib,” katanya.

Ia juga mendorong setiap sekolah memanfaatkan lahan secara produktif melalui kebun sayur, peternakan, maupun kegiatan lain yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Menurut Gus Ipul, tantangan terbesar Sekolah Rakyat terletak pada pengelolaan sumber daya manusia karena sistem boarding school atau sekolah berasrama berjalan selama 24 jam. Karena itu, seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga petugas kebersihan, diminta memiliki kesiapan mental dan tanggung jawab moral yang sama.

“Bagaimana seluruh pengelolaan di sana itu SDM-nya siap lahir batin, karena tukang kebun pun di sana menjadi kompas moral buat anak-anak,” tegasnya.

Di bidang keuangan, Gus Ipul memastikan pengelolaan anggaran Sekolah Rakyat ke depan akan didesentralisasi agar setiap sekolah memiliki kewenangan mengelola kebutuhan operasional secara mandiri namun tetap diawasi secara ketat.

“Kita akan berikan tanggung jawab besar kepada kepala sekolah dan jajarannya agar bisa mengelola uang sendiri. Semua sudah didesentralisasi tapi dengan pengawasan yang baik,” ujarnya.

Sementara pada aspek pembelajaran dan pengawasan siswa, Gus Ipul menilai sistem sekolah berasrama membutuhkan pengawasan menyeluruh, termasuk pemanfaatan teknologi untuk meminimalkan potensi penyimpangan di lingkungan sekolah.

“Kita akan melibatkan teknologi di sini, dimana dari Jakarta kita bisa melihat setiap sudut yang ada di sana dan jika ada potensi penyimpangan seksual itu bisa kita mitigasi lebih cepat,” jelasnya.

Selain penguatan internal, Gus Ipul juga meminta kepala sekolah aktif membangun hubungan dengan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah agar keberadaan Sekolah Rakyat dapat diterima dan tumbuh bersama lingkungan sosial di sekitarnya.

“Ajak warga sekitar mengenal Sekolah Rakyat, secara bergiliran undang kelompok pemuda, kelompok perempuan, petani, dan orang tua siswa. Libatkan mereka dalam kegiatan Sekolah Rakyat,” pungkas Gus Ipul. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru