Banten – Pengurus Komisariat (PK) KAMMI Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sukses melaksanakan kegiatan Public Speaking Talkshow yang bertajuk “Membangun Pengaruh Melalui Komunikasi Publik.”
Adapun kegiatan Public Speaking Talkshow PK KAMMI UNTIRTA dilaksanakan secara langsung di Balai Kasunyatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTIRTA, Kota Serang pada Minggu, 17 Mei 2026.
Public Speaking Talkshow PK KAMMI UNTIRTA bekerja sama dengan Kuadranesia Institute sebagai sebuah bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas komunikasi dan kepemimpinan mahasiswa di era digital.
Selain itu, kegiatan yang diinisiasi bersama komunitas pengembangan diri Langkah Berdaya dan platform TakeAction.id tersebut menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Provinsi Banten H. Abdi Sumaithi sebagai keynote speaker, Founder Langkah Berdaya Indonesia Khairul Abas, Inisiator TakeAction.id sekaligus Wakil PRESMA UIN SMH Banten Fajar Nugraha, dan Emar Muamar yang merupakan Direktur Eksekutif Kuadranesia Institute dan Demisioner PK KAMMI Untirta.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan pemuda.
Tidak hanya sekadar mendapatkan materi mengenai public speaking dan leadership, peserta juga memperoleh kesempatan membangun relasi baru, diskusi interaktif, hingga berbagai doorprize dan merchandise menarik.
Dalam pemaparannya, Emar Muamar menegaskan bahwa kemampuan komunikasi publik kini menjadi sebuah kebutuhan utama di tengah perkembangan era digital dan keterbukaan informasi.
Direktur Eksekutif Kuadranesia Institute mengungkapkan bahwa kemampuan berbicara di depan publik tidak lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan sebuah kemampuan penting bagi siapa saja yang ingin membangun pengaruh di tengah masyarakat.
“Di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, kemampuan berbicara di depan publik bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan utama bagi siapa saja yang ingin membangun pengaruh,” katanya di Kota Serang.
Emar juga menambahkan bahwa komunikasi publik tidak hanya digunakan oleh politisi, pemimpin organisasi, tokoh agama, aktivis, jurnalis, maupun influencer.
“Komunikasi publik tidak hanya digunakan oleh politisi, pemimpin organisasi, tokoh agama, aktivis, jurnalis, maupun influencer, tetapi juga oleh pelajar, mahasiswa, pengusaha, dan masyarakat umum,” ujar Emar.
Dirinya juga menjelaskan bahwa pengaruh bukan ditentukan oleh siapa yang paling keras berbicara, tetapi oleh siapa yang mampu menyampaikan pesan secara jelas, meyakinkan, menyentuh emosi, dan membangun kepercayaan publik.
Menurut Emar, komunikasi publik yang efektif memiliki sebuah peran besar dalam kehidupan sosial maupun organisasi, di antaranya mampu membentuk opini masyarakat, meningkatkan kredibilitas seseorang, menggerakkan komunitas, membangun citra diri dan organisasi, menjadi alat perubahan sosial, memperluas jaringan relasi, hingga menciptakan loyalitas audiens.
Sebaliknya, Emar juga mengingatkan bahwa komunikasi yang buruk dapat berdampak serius, mulai dari merusak reputasi, memicu konflik, hingga menghilangkan kepercayaan publik.
Dalam sesi penyampaian materi, Emar juga membagikan langkah-langkah praktis untuk menjadi komunikator yang berpengaruh di tengah masyarakat.
Dirinya menyampaikan bahwa seseorang harus terlebih dahulu menentukan tujuan komunikasi, mengenali audiens, membangun kredibilitas, serta terus melatih kemampuan public speaking.
Selain itu, Emar menekankan akan pentingnya memperbanyak wawasan, konsisten membuat konten positif, membangun personal branding, menggunakan teknik storytelling dalam komunikasi, mampu mengendalikan emosi, dan menjaga integritas sebagai pondasi utama dalam membangun pengaruh yang sehat.
Sementara itu, keynote speaker H. Abdi Sumaithi turut memberikan motivasi kepada para peserta agar mahasiswa tidak takut tampil dan menyampaikan gagasan di ruang publik.
Menurutnya, generasi muda harus mampu menjadi agen perubahan dengan komunikasi yang cerdas, santun, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PK KAMMI UNTIRTA berharap mahasiswa tidak hanya memiliki keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga mampu menggunakan komunikasi sebagai alat membangun perubahan sosial yang konstruktif dan berintegritas di tengah masyarakat.
Kegiatan talkshow ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan lembaga pengembangan kepemudaan dapat menghadirkan ruang pembelajaran yang inspiratif serta relevan dengan tantangan generasi muda di era digital saat ini. ***













