Banten – Lembaga Pengembangan Pelajar dan Pemuda Muslim (LP3M) Pandeglang menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di Saung Kita Cikupa Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, dan pemuda Pandeglang sebagai ikhtiar memperkuat peran generasi muda dalam membangun daerah yang masih menghadapi tantangan ketimpangan pembangunan, kemiskinan, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Ketua Pelaksana, Afit Hikmah Rahmatullah, menegaskan bahwa pemuda Pandeglang tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus perubahan. Ia menyoroti fakta bahwa Pandeglang masih termasuk daerah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi di Provinsi Banten serta keterbatasan akses pendidikan dan lapangan kerja, sehingga diperlukan penguatan karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme di kalangan anak muda.
Menurut Afit, penguatan 4 Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi bekal penting agar pelajar dan pemuda memiliki orientasi pengabdian, bukan sekadar ambisi pribadi. Ia berharap para peserta mampu menjadikan nilai kebangsaan sebagai fondasi untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Pandeglang.
Sementara itu, Anggota MPR RI Abdi Sumaithi menekankan bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh keberanian generasi mudanya mengambil peran. Ia mengajak pelajar dan mahasiswa Pandeglang untuk tidak alergi terhadap persoalan lokal, mulai dari kemiskinan struktural, rendahnya literasi, hingga problem lingkungan, dan menjadikannya ladang pengabdian.
Abdi juga menyampaikan bahwa 4 Pilar MPR RI bukan sekadar konsep nasional, melainkan alat baca realitas sosial. Dengan memahami konstitusi dan nilai persatuan, pemuda akan mampu mengawal kebijakan publik secara kritis, membangun jejaring kolaborasi, serta menghadirkan solusi yang berpihak pada rakyat kecil.
Kegiatan ini diakhiri dengan deklarasi komitmen para peserta untuk membentuk jejaring pemuda penggerak Pandeglang. Mereka bersepakat untuk terus membangun ruang konsolidasi ide, berbagi gagasan program pemberdayaan, dan menumbuhkan kepemimpinan muda yang siap mengubah Pandeglang dari desa ke desa, dari mimpi menjadi kerja nyata. ***













