Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi skala prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat yang hingga kini masih menuntut pemerataan dan peningkatan kualitas akses jalan di berbagai wilayah Lampung.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mukhlis, menyampaikan bahwa dominasi anggaran pembangunan jalan merupakan hasil pertimbangan matang berdasarkan tingkat urgensi di lapangan, bukan bentuk pengabaian terhadap sektor lain, termasuk Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).
“Dilihat dari skala prioritas, pembangunan di Provinsi Lampung memang masih didominasi oleh tuntutan infrastruktur jalan,” ujar Mukhlis saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, sektor PSDA tetap mendapat perhatian pemerintah daerah. Namun, dalam kondisi keterbatasan anggaran, Pemprov Lampung memilih memfokuskan alokasi dana pada infrastruktur yang dinilai paling mendesak dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Bukan berarti bidang PSDA tidak membutuhkan perhatian. Tetapi jika berbicara skala prioritas anggaran, saat ini pembangunan dan perbaikan jalan masih menjadi kebutuhan paling dominan,” jelasnya.
Mukhlis menjelaskan, pembangunan infrastruktur irigasi selama ini telah dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu, pada tahun anggaran berjalan, fokus PSDA lebih diarahkan pada pemeliharaan dan optimalisasi infrastruktur yang sudah ada, agar tetap berfungsi dengan baik dan berkelanjutan.
“Bukan berarti persoalan irigasi sudah selesai. Namun, jika melihat aspirasi dan kebutuhan masyarakat di lapangan, persoalan jalan masih menjadi urgensi utama yang paling banyak disuarakan,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang menempatkan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama sudah berada di jalur yang tepat dan relevan dengan kondisi daerah saat ini. Jalan, menurutnya, menjadi urat nadi pergerakan ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta konektivitas antarwilayah.
“Pembangunan jalan adalah infrastruktur paling mendesak karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas. Dengan jalan yang baik, roda ekonomi bergerak, akses layanan publik meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” pungkas Mukhlis. (Red/Adv)













