Pesawaran – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, menegaskan bahwa Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan merupakan langkah strategis DPRD Lampung dalam memperkuat persatuan nasional serta menanamkan nilai-nilai Pancasila secara nyata di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Mustika Bahrum saat kegiatan sosialisasi yang digelar di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (31/01/2026).
Menurut Mustika, kegiatan sosialisasi Pancasila merupakan agenda wajib anggota DPRD Provinsi Lampung yang dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan. Namun lebih dari sekadar kewajiban formal, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, dialog, dan penguatan kebangsaan antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Ini memang agenda wajib DPRD Lampung yang dilaksanakan dua kali setiap bulan. Tetapi esensinya bukan sekadar formalitas. Yang paling penting adalah silaturahmi dan tatap muka langsung dengan masyarakat sebagai wujud merawat keberagaman dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Mustika Bahrum, Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung.
Menyandang gelar adat Suntan Pengayom Makhga, Mustika menekankan bahwa budaya musyawarah, kebersamaan, dan silaturahmi sejatinya telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di Lampung. Namun, nilai-nilai tersebut perlu terus diperkuat agar Pancasila tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar hidup dalam praktik keseharian.
“Budaya berkumpul dan bermusyawarah sudah lama menjadi bagian dari kehidupan kita, baik dalam pemerintahan maupun adat. Tetapi tetap perlu penguatan agar Pancasila benar-benar tertanam dalam diri setiap warga,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, DPRD Lampung menghadirkan narasumber kompeten dan berpengalaman untuk mengupas secara mendalam nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap ideologi negara.
“Materi Pancasila akan disampaikan langsung oleh narasumber yang ahli di bidangnya. Harapannya, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Mustika.
Sementara itu, narasumber Risodar AH menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang telah mengakomodasi seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari agama, ras, suku, hingga budaya.
“Tidak ada alasan untuk meragukan Pancasila. Setiap sila sudah mencerminkan jati diri bangsa Indonesia yang majemuk,” tegas Risodar.
Pada Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, Risodar menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama tanpa saling menghujat atau merendahkan.
“Setiap agama memiliki kitab suci dan keyakinan masing-masing. Tidak boleh ada sikap saling menghina. Inilah makna Ketuhanan yang beradab,” ujarnya.
Sedangkan pada Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, ia menyoroti pentingnya menjunjung tinggi hak asasi manusia, kesetaraan derajat, dan etika sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dalam keberagaman, kita saling membutuhkan. Karena itu, hidup rukun, saling menghormati, dan bekerja sama adalah keniscayaan,” katanya.
Pada Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, Risodar mengajak masyarakat untuk terus merawat nasionalisme dan cinta tanah air di tengah perbedaan suku, ras, dan budaya.
“Persatuan adalah kunci. Ketika kita bersatu, segala tantangan bangsa akan lebih mudah dihadapi,” tegasnya.
Sementara Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, ditekankan sebagai prinsip dasar demokrasi Indonesia, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat dan setiap keputusan harus ditempuh melalui musyawarah mufakat.
Adapun Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menegaskan pentingnya pemerataan kesejahteraan, keadilan ekonomi, serta kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sejalan dengan komitmen DPRD Lampung dalam menjaga keutuhan NKRI. (Red/Adv)







