Palu – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi atas komitmen dan keterlibatan aktif dalam mendukung penyelenggaraan program Sekolah Rakyat.
Apresiasi tersebut disampaikan usai menghadiri dialog kolaborasi program prioritas presiden bersama pemerintah daerah dan pilar sosial di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (20/4/2026).
Menurut Gus Ipul, keberhasilan pelaksanaan Sekolah Rakyat tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mengawal sekolah rintisan yang kini mulai menunjukkan hasil.
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi yang terus mengawal pelaksanaan Sekolah Rakyat rintisan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Kehadiran Gus Ipul disambut antusias oleh para siswa Sekolah Rakyat, yang menampilkan berbagai pertunjukan mulai dari yel-yel, tarian tradisional, hingga pidato dalam Bahasa Inggris dan Arab. Suasana semakin hidup dengan penampilan paduan suara dan pembacaan puisi.
Selain itu, para guru juga menunjukkan metode pembelajaran yang diterapkan, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif antara siswa dan Menteri Sosial.
Gus Ipul menilai, setelah berjalan kurang lebih dua semester, perubahan positif mulai terlihat pada para siswa. Rasa percaya diri meningkat, semangat belajar tumbuh, dan optimisme terhadap masa depan semakin kuat.
“Kita bisa melihat langsung, anak-anak ini sekarang lebih optimis, lebih percaya diri, dan tetap bangga dengan keluarganya. Ini perkembangan yang sangat menggembirakan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa para siswa mulai memiliki komitmen untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi bagian dari generasi Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sulawesi Tengah terus berjalan di sejumlah wilayah, antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Buol, dan Tojo Una-Una.
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen, sementara di tingkat provinsi dapat mencapai dua hingga empat unit, menyesuaikan kebutuhan.
“Harapannya, semakin banyak sekolah yang terbangun, semakin luas pula akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa selain empat lokasi yang telah diusulkan, sejumlah daerah lain juga tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan berikutnya.
“Daerah lain sedang mempersiapkan lahan. Jika sudah siap, akan segera kami usulkan agar pembangunan bisa segera direalisasikan,” katanya.
Selain pengembangan Sekolah Rakyat, kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga difokuskan pada penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Gus Ipul, akurasi data menjadi kunci utama agar seluruh program sosial dapat tepat sasaran. Proses tersebut dimulai dari pelaporan data di tingkat daerah, yang kemudian diverifikasi dan divalidasi oleh BPS sebelum ditetapkan dalam peringkat desil.
“Data harus disampaikan apa adanya dari lapangan, kemudian diverifikasi oleh BPS. Dari situlah kita menentukan kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pusat dan daerah, pemerintah optimistis program Sekolah Rakyat dan berbagai intervensi sosial lainnya dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (Red)










