Madani News – Namanya Payungi Space. Ia bukan sekadar deretan kursi kayu atau sekadar tempat menyesap kafein. Lebih dari itu, Payungi Space adalah pernyataan sikap tentang bagaimana identitas kedaerahan mampu bicara lantang di tengah riuh rendah globalisasi.
Ada tiga kata kunci yang menjadi nyawa tempat ini: Lokal, Vokal, dan Aktual.
Lokal: Menemukan Diri di Rumah Sendiri
Selama ini, kita sering terjebak dalam mitos bahwa “yang keren adalah yang datang dari luar”. Namun, Payungi Space membalik logika itu. Dengan mengadopsi resep rahasia keluarga seperti Payu-Mie atau memfasilitasi gerakan literasi melalui perpustakaan mandiri, tempat ini merayakan segala sesuatu yang tumbuh dari tanah Metro.
Lokal di sini bukan berarti tertinggal. Lokal di sini adalah tentang kedaulatan. Payungi Space membuktikan bahwa bahan baku dari kebun warga, resep dari dapur ibu, dan ide dari pemuda setempat memiliki nilai ekonomi dan estetika yang setara dengan jenama internasional.
Vokal: Ruang Bagi Suara yang Tak Terdengar
Kita butuh ruang untuk bersuara. Payungi Space dirancang menjadi panggung yang vokal. Ia memberi tempat bagi musisi akustik lokal untuk bernyanyi, bagi penulis untuk membedah karyanya, dan bagi pegiat komunitas untuk berdiskusi di ruang kreatif seperti HSC Center, Meeting Room Payungi University dan ruang lainnya.
Di sini, dialog tidak dibatasi oleh sekat-sekat formal. Di atas meja kayu yang sama, seorang pejabat kota bisa berdiskusi dengan warga, sementara aroma bakso dan kopi menjadi perantara komunikasi yang cair. Payungi Space adalah pengeras suara bagi potensi-potensi terpendam di Kota Metro agar terdengar hingga ke luar batas wilayah.
Aktual: Menjawab Tantangan Zaman
Sebuah gerakan akan mati jika ia berhenti berinovasi. Payungi Space hadir secara aktual dengan menjawab kebutuhan manusia modern: konektivitas dan pengalaman. Dengan jam operasional setiap hari (10.00 – 22.00 WIB), fasilitas WiFi di ruang meeting, hingga homestay estetik, ia menyasar gaya hidup “bekerja dari mana saja” (work from anywhere) tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan.
Aktual juga berarti relevan secara ekonomi. Sistem manajemen terintegrasi yang diusungnya bukan sekadar soal transaksi, tapi soal keberlanjutan. Ia menjadi model bagaimana ekonomi kreatif bisa menjadi solusi bagi anak-anak muda dan lesunya ekonomi pasca-pandemi.
Spirit Metro “Menyala, Tenang, Romantis”
Payungi Space adalah ejawantah dari spirit Metro yang baru: Menyala dalam inovasi, Tenang dalam suasana, dan Romantis dalam merajut kemanusiaan. Ia mengajak kita semua untuk pulang ke akar, namun tetap terbang dengan sayap kreativitas yang lebar.
Jika hari ini Anda mencari tempat yang tak hanya mengisi perut namun juga memberi nutrisi pada pikiran, maka Payungi Space adalah jawabannya. Ia adalah bagian masa depan komunitas di Metro yang dibangun di atas fondasi masa lalu yang kita banggakan.
Payungi Space bukan hanya sebuah tempat; ia adalah sebuah gerakan.
Penulis : Bisma Bayu Prabowo (Co-Founder Payungi Space)













