Membumikan Peduli Sampah Nasional

By Redaksi Feb 21, 2024
Oleh : Febby Prayoga, Founder Sahabat Pena Inspiratif
Banten – HARI Peduli Sampah Nasional atau sering disebut HPSN diperingati setiap 21 Februari. Setiap tahun masyarakat selalu diingatkan dengan hadirnya HPSN untuk mengingatkan pada kita semuanya bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian yang utama dan butuh melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya.
Betapa tidak, hal ini disebabkan karena produksi sampah dari hari ke hari terus meningkat signikan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk saat ini dan pola konsumsi masyarakat dewasa ini yang cenderung tidak ramah lingkungan.
Masyarakat lupa dan tidak menyadari bahwa dirinyalah sendiri yang menjadi sumber penyebab semakin meningkatnya timbunan sampah. Sudah barang tentu timbunan sampah ini jika tidak dikelola dengan baik akan menjadikan sarang penyakit dan berkembangnya berbagai macam vektor penyakit akibat sampah serta timbulnya berbagai ganguan kesehatan di masyarakat.
Sebagai penghasil sampah, sebenarnya sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi bom waktu yang siap meledak jika persoalan serius yang terkait masalah sampah ini tidak ditangani secara komprehensif dan tidak melibatkan langsung dengan sumber sampahnya, dengan melibatkan masyarakat untuk turut serta ambil bagian dalam hal pengelolaan sampah.
Masih banyak pula masyarakat yang menganut paradigma lama dimana sampah hanya dikumpulkan, diangkut dan di buang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA). Pola dan sikap masyarakat yang seperti ini tentu saja menjadi penyebab utama (TPA) menjadi cepat overload dan umur teknis-nya habis sebelum waktunya. Ini karena sampah tidak dikurangi sejak dari sumbernya yaitu rumah tangga dan hanya dikumpulkan dan dibuang begitu saja. Dari hasil perhitungan teknis beberapa tahun lalu, umur TPA di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ini sudah habis. Sungguh ironis sekali jika melihat kondisi yang demikian adanya.
Untuk membatasi atau meniadakan sampah plastik, tentunya melalui penyadaran seluruh lapisan masyarakat. Semuanya mempunyai peran apalagi warga negara yang baik pasti berusaha mengurangi sampah plastik, mengajak teman dan saudara untuk menggerakkan minim sampah one day no to plastic. Kampanye ke media sosial menggalakkan penggunaan kantong belanja non plastik, menyampaikan informasi bahaya polusi sampah, banyak ragam cara agar masyarakat sadar mengurangi sampah.
Akhirnya, masing-masing individu baik itu sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun sebagai warga mempunyai peran yang nyata agar permasalahan sampah di negeri kita teratasi. Mari bergandeng tangan, diniatkan dengan keikhlasan untuk menjaga bumi. Manusialah yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi, karena manusia sebagai kholifah fil ardri.