Bandar Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung, Selasa (31/3/2026), dengan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci percepatan pembangunan daerah.
Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD itu digelar secara khidmat dan sederhana, diawali dengan penampilan Tari Sigeh Pengunten sebagai simbol penyambutan khas Lampung, serta diisi pertunjukan budaya dan penampilan penyanyi asal Lampung Timur, Intan Putri, juara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2025.
Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan bahwa perjalanan 62 tahun Lampung merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun oleh para pendahulu dan harus terus dilanjutkan dengan semangat kebersamaan.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mewujudkan Lampung yang lebih maju,” ujarnya.
Menurut Giri, Lampung telah mengalami transformasi signifikan dari daerah dengan berbagai keterbatasan menjadi provinsi yang terus berkembang. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi, yang diperkuat oleh pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah kabupaten/kota, akademisi, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Jihan menegaskan bahwa peringatan HUT ke-62 harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat arah pembangunan menuju provinsi yang maju, berdaya saing, dan berdaulat secara ekonomi.
“Berbagai capaian yang diraih hari ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dan harus terus kita lanjutkan,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan pula penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) desain Menara Siger dari Anshori Djausal kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Selain itu, pemerintah juga menerima 12 sertifikat Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang diberikan kepada lima kabupaten di Lampung.
Pada kesempatan yang sama, dipaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2025 tercatat sebesar 5,28 persen, sementara angka kemiskinan menurun menjadi 9,66 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 73,98 poin.
Di sektor infrastruktur, pemerintah mencatat perbaikan 52 ruas jalan sepanjang 66,2 kilometer dan 21 jembatan, serta peningkatan kondisi jalan mantap menjadi 79,79 persen.
Rapat paripurna ditutup dengan foto bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 62 tahun Provinsi Lampung, sekaligus penegasan komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Red/Adv)







