Serang – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal sebagai fondasi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin ke-465 M/470 H di kawasan Masjid Agung Banten Lama, Kota Serang, Banten, Senin (30/3/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Masjid Agung Banten Lama itu dihadiri ribuan masyarakat dan diisi dengan rangkaian acara keagamaan dan budaya, mulai dari istighotsah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, festival budaya, hingga tabligh akbar yang menghadirkan para ulama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Agus Jabo menegaskan pentingnya tidak melupakan sejarah sebagai pijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Bapak Presiden selalu menyampaikan, ‘jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sultan Maulana Hasanuddin adalah bagian dari sejarah yang harus kita jaga dan kita ambil hikmahnya,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Sultan Maulana Hasanuddin tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam membangun karakter bangsa yang kuat.
Ia menjelaskan, kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin mencerminkan tiga pilar utama peradaban, yakni kekuatan politik, spiritualitas keagamaan, dan kemandirian ekonomi.
“Tiga pilar itu tercermin pada istana sebagai pusat pemerintahan, masjid sebagai pusat spiritualitas, dan pasar sebagai pusat perekonomian. Ini adalah konsep kehidupan berbangsa yang sudah diwariskan sejak dahulu,” jelasnya.
Agus Jabo menilai, sebagai bangsa timur, Indonesia memiliki karakter yang tidak terlepas dari nilai-nilai spiritual dan agama. Karena itu, momentum haul dinilai penting untuk menghidupkan kembali kearifan lokal serta memperkuat jati diri bangsa.
“Dalam momentum ini, mari kita bangkitkan kembali keluhuran nilai para leluhur agar bangsa ini memiliki identitas yang kuat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa peringatan haul tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi menjadi ruang mempererat kebersamaan dan persatuan antara masyarakat, ulama, dan pemimpin.
“Malam ini adalah malam manunggal, menyatunya masyarakat dengan pemimpinnya dan para ulama. Inilah fondasi persatuan yang harus terus kita jaga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agus Jabo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong sebagai kunci mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Ia juga mendukung agar Haul Sultan Maulana Hasanuddin dapat dikembangkan menjadi agenda strategis daerah, bahkan berpotensi masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN).
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, serta jajaran Forkopimda dan ulama di Provinsi Banten. (Red/Adv)







