Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sepakat memperkuat kolaborasi untuk merenovasi rumah tidak layak huni milik orang tua siswa Sekolah Rakyat. Program ini menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang terintegrasi melalui pendidikan dan peningkatan kualitas hidup keluarga miskin.
Kesepakatan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan gratis berasrama, tetapi juga bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
“Anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan dan didukung dengan program-program strategis Presiden lainnya. Salah satunya adalah renovasi rumah tidak layak huni bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, program renovasi rumah tersebut memang diprioritaskan khusus bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Kemensos sendiri mengusulkan sebanyak 10 ribu rumah orang tua siswa untuk direnovasi pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 5 ribu rumah telah dinyatakan memenuhi syarat setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Yang sekarang sudah clear and clean ada 5 ribu rumah. Sudah dilakukan ground check dan dipastikan memenuhi syarat, terutama terkait kepemilikan lahan,” ujar Gus Ipul.
Sementara itu, rumah lainnya masih dalam proses verifikasi dan validasi oleh pendamping sosial bersama petugas Kementerian PKP. Salah satu syarat utama penerima bantuan adalah status rumah dan lahan harus milik sendiri.
Bagi keluarga siswa yang rumahnya berdiri di atas lahan pinjam, kontrak, atau menumpang, pemerintah akan menyiapkan solusi lain melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kita akan carikan solusi bagi yang belum memenuhi syarat. Kita akan kerja sama dengan banyak pihak,” tambahnya.
Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri PKP Maruarar Sirait yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap keberlangsungan program Sekolah Rakyat.
“Saya berterima kasih karena Pak Ara memberikan perhatian serius untuk keluarga siswa Sekolah Rakyat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 Kementerian PKP juga telah membantu renovasi 1.000 rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat.
“Tahun ini kami mendukung penuh usulan dari Kemensos sebanyak 10 ribu rumah untuk direnovasi,” ujar Maruarar.
Ia menegaskan program tersebut akan dibiayai melalui anggaran Kementerian PKP dan diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini harus sangat sukses,” tegasnya.
Maruarar juga meminta Kemensos segera menyerahkan data final rumah yang akan direnovasi paling lambat awal Juni 2026 agar proses pengerjaan bisa segera dimulai.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekjen Kementerian PKP Didyk Choiroel, Dirjen Kawasan Permukiman Fitrah Nur, Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati, Plt Dirjen Perumahan Perdesaan Rini Dyah Mawarty, Plt Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Roberia, Sekjen Kemensos Robben Rico, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, serta Kapusdiklatbangprof Kemensos Afrizon Tanjung. (Red/Adv)













