Kemensos dan TNI Kolaborasi Bentuk Karakter Siswa Sekolah Rakyat, Libatkan 1.000 Taruna Akmil

Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkolaborasi menyiapkan program pembentukan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat. Sebanyak sekitar 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) akan diterjunkan untuk mendampingi dan membina siswa di 178 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidiharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi, dan Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen TNI Ari Novian di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama untuk membentuk kedisiplinan dan kerapian siswa dalam menjalani kehidupan berasrama.

“Nanti setelah ada skema antara Mabes TNI dengan Kemensos, di setiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna yang bertugas membimbing siswa maupun guru dalam hal kedisiplinan dan kerapian,” ujar Agus Jabo.

Menurutnya, pembinaan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter generasi muda, termasuk aspek kedisiplinan, kerapian, dan tanggung jawab.

Agus Jabo menegaskan bahwa sejak awal Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Untuk mendisiplinkan siswa dari habitat lama menuju habitat baru di Sekolah Rakyat memang dibutuhkan pembinaan yang intensif. Karena itu sejak awal kami melibatkan unsur TNI dan Polri dalam proses pembinaan karakter,” jelasnya.

Program ini juga merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya penguatan karakter dan kedisiplinan peserta didik melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.

Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidiharta Wisnu Graha menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program Sekolah Rakyat dengan mengirimkan sekitar 1.000 Taruna Tingkat I dan Tingkat II.

“Nanti kami siapkan sekitar seribu orang termasuk para pengasuh taruna. Mereka akan ditempatkan di 178 titik Sekolah Rakyat untuk membantu proses pembentukan karakter siswa,” katanya.

Saat ini, TNI dan Kemensos masih menyusun skema teknis pelaksanaan program tersebut. Rencananya, kegiatan pembinaan akan mulai dilaksanakan pada awal Agustus 2026 dengan durasi sekitar satu minggu di setiap lokasi.

Materi pembinaan yang diberikan akan berfokus pada pembiasaan hidup disiplin dan mandiri, seperti cara menyetrika pakaian seragam, merapikan tempat tidur dan seprei, menata lemari pakaian, menjaga kebersihan lingkungan, hingga cara menyemir sepatu dengan baik dan benar.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap siswa Sekolah Rakyat tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, mandiri, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan pembentukan karakter. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *