Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya penguatan kualitas layanan pendidikan di Sekolah Rakyat melalui evaluasi menyeluruh dan perencanaan yang matang menjelang penerimaan siswa baru.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan virtual bersama seluruh kepala Sekolah Rakyat yang digelar Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta, Selasa (31/3/2026), dalam momentum halalbihalal sekaligus pengarahan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam arahannya, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul mengajak seluruh jajaran pendidikan untuk menjaga nilai-nilai Ramadan dalam bekerja, khususnya dalam meningkatkan kepedulian terhadap peserta didik yang berasal dari latar belakang rentan.
“Saya ingin mengucapkan selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga semangat Ramadan terus kita jaga, terutama dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Fokus Persiapan Siswa Baru, Gus Ipul menekankan pentingnya kesiapan seluruh Sekolah Rakyat dalam menghadapi penerimaan siswa baru, terutama pada 63 titik yang telah beroperasi sejak 2025.
“Tiga bulan lagi, tolong dipersiapkan dengan baik penerimaan siswa baru,” katanya.
Ia menegaskan bahwa proses penerimaan siswa tidak melalui pendaftaran umum, melainkan berbasis penjangkauan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Evaluasi Menyeluruh, Selain itu, Mensos meminta seluruh kepala sekolah melakukan evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan pembelajaran, mencakup aspek akademik, kesehatan, kondisi fisik dan mental siswa, hingga kualitas sumber daya manusia.
“Semua harus dievaluasi dan dilaporkan. Dari situ kita bisa melihat kekurangan dan keunggulan, lalu menentukan langkah perbaikan,” ujarnya.
Pendekatan Humanis bagi Siswa Rentan, Gus Ipul juga menekankan pendekatan humanis dalam menangani siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Ia memastikan tidak ada siswa yang dipulangkan, melainkan diarahkan untuk mendapatkan layanan rehabilitasi sosial melalui sentra milik Kemensos.
“Kita tidak ingin ada anak yang ditinggalkan. Jika ada yang membutuhkan penanganan khusus, kita siapkan rehabilitasi di sentra,” tegasnya.
Dorong Prestasi STEM, Dalam upaya meningkatkan daya saing siswa, Mensos mendorong penguatan prestasi di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM), tanpa mengabaikan pengembangan di bidang seni, budaya, olahraga, dan bahasa.
“Perlu upaya khusus agar prestasi akademik semakin menonjol, terutama di bidang STEM,” katanya.
Ia juga mendorong setiap Sekolah Rakyat memiliki kegiatan ekstrakurikuler unggulan sebagai bagian dari pengembangan karakter dan daya tarik sekolah.
Antusiasme Masyarakat Meningkat, Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kepala sekolah melaporkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Rakyat. Salah satunya disampaikan Kepala SRMP 15 Mojokerto yang menyebut banyak orang tua tertarik setelah melihat fasilitas dan perkembangan siswa.
Menanggapi hal itu, Mensos kembali menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data DTSEN.
“Tidak ada pendaftaran umum. Semua berbasis data dan penjangkauan agar tepat sasaran,” ujarnya.
Perkuat Akses Pendidikan Inklusif, Kemensos berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan, sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. (Red)







