Mataram – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada 1.430 warga rentan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka Bakti Sosial Kementerian Sosial di Sentra Paramita Mataram, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, jajaran pejabat Kemensos, Forkopimda, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp2.627.214.435 dan mencakup berbagai program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi kelompok rentan.
“Ini bantuan ATENSI untuk kelompok rentan yang membutuhkan, seperti penyandang disabilitas, keluarga yang tidak mampu menebus ijazah, hingga keluarga yang belum memiliki dokumen administrasi seperti surat nikah dan Kartu Keluarga,” ujar Gus Ipul.
Bantuan tersebut meliputi operasi katarak bagi 500 penerima manfaat, khitanan massal 100 orang, bantuan alat bantu disabilitas 100 orang, bantuan untuk kelompok Napza dan ODHIV, pembebasan ijazah, bantuan untuk lansia, terapi sosial, hingga program kewirausahaan dan pemberdayaan keluarga.
Operasi katarak dilaksanakan di dua lokasi, yakni RS Mandalika Lombok Tengah untuk 355 penerima manfaat dan RSUD Bima untuk 165 penerima manfaat.
Menurut Gus Ipul, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran program, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan masyarakat.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Gus Ipul membantu pasangan Awaludin dan istrinya yang setelah 23 tahun menikah akhirnya mendapatkan layanan isbat nikah dan pengurusan Kartu Keluarga.
“Mereka sudah menikah 23 tahun, tapi belum punya surat nikah dan KK. Hari ini alhamdulillah semua bisa diurus,” ungkapnya.
Gus Ipul juga menegaskan pentingnya menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini tidak terlihat dan sulit mengakses bantuan.
“Kita diajak Presiden untuk membantu mereka yang tidak terlihat, yang memiliki kendala psikologis, sosial, maupun geografis sehingga tidak bisa memperoleh dukungan semestinya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, suasana semakin semarak dengan penampilan seni budaya dari siswa, termasuk Gendang Belek dari SLBN 1 Lombok Barat, tarian kreasi, hingga paduan suara siswa Sekolah Rakyat.
Beberapa siswa Sekolah Rakyat juga tampil percaya diri menyampaikan pengalaman mereka, termasuk Lusiana Safara yang mengaku senang dapat belajar gratis dengan fasilitas yang memadai.
Selain itu, Gus Ipul turut menyaksikan simulasi pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) menggunakan smartboard, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat.
Ia menilai perkembangan siswa Sekolah Rakyat menunjukkan hasil yang positif.
“Anak-anak sekarang lebih percaya diri, mulai terlihat talentanya, dan mampu berbicara di depan umum. Ini perkembangan yang istimewa,” katanya.
Menutup kegiatan, Gus Ipul menyampaikan harapan agar para penerima manfaat dapat menjadi lebih mandiri di masa depan.
“Saya ingin bapak ibu dan adik-adik semua ke depan bisa lebih berdaya, menjadi keluarga yang mandiri, dan generasi yang kuat,” ucapnya.
Acara ditutup dengan penampilan menyentuh dari Aiman (13), penyandang disabilitas netra, yang membawakan lagu Perahu Kertas dan memberikan suasana haru bagi seluruh hadirin. (Red/Adv)







