Rendi Korban Serangan Buaya Terima Kaki Palsu dari Kemensos, Harapan Baru untuk Hidup Mandiri

Gowa – Rasa haru dan syukur menyelimuti Rendi (53), warga Desa Lassa-Lassa, Kabupaten Gowa, saat menerima bantuan kaki palsu dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang digelar di Kabupaten Gowa, Minggu (21/6/2026).

Lebih dari sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 2015, Rendi mengalami musibah saat bekerja di Malaysia. Serangan buaya yang dialaminya menyebabkan salah satu kakinya harus diamputasi. Sejak saat itu, ia harus menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan, termasuk dalam beraktivitas dan mencari nafkah untuk keluarganya.

Kini, harapan baru hadir melalui bantuan kaki palsu yang diberikan Kementerian Sosial. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Rendi kembali bergerak lebih leluasa dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

“Bersyukur sekali menerima bantuan kaki palsu. Harapannya mudah-mudahan saya bisa jalan terus sampai di kebun dan anak saya bisa berkembang masa depannya,” ujar Rendi penuh haru.

Kepala Sentra Gau Mabaji Gowa, Hasatama Hikmah, menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Sosial dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh akses terhadap sedikitnya 14 jenis layanan sosial, antara lain operasi katarak, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan paket nutrisi, hingga layanan penguatan bagi eks penderita kusta.

Selain layanan sosial, Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dengan total nilai mencapai Rp907 juta untuk masyarakat Kabupaten Gowa.

Bantuan tersebut meliputi operasi katarak, bantuan kewirausahaan, perlengkapan kebersihan diri, kebutuhan hidup layak, perlengkapan sekolah, alat bantu aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, bantuan nutrisi, sarana kamar, hingga layanan bebas pasung.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV (RSKPNO), Anna Puspitasari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, seluruh bantuan dan layanan yang diberikan berpedoman pada tiga prinsip utama, yaitu data yang akurat, sasaran yang tepat, dan penguatan program prioritas pemerintah, termasuk Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan, baik alat bantu disabilitas, kebutuhan hidup layak, maupun bantuan kewirausahaan, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga penerima manfaat dapat hidup lebih mandiri dan menuju graduasi,” ujar Anna.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Sosial kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya kelompok rentan, guna meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses layanan sosial, dan mendorong kemandirian penerima manfaat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *