Jakarta – Agus Jabo Priyono mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember yang aktif melakukan groundcheck atau pengecekan langsung di lapangan terhadap warga yang masuk desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau kategori miskin ekstrem.
Menurut Agus Jabo, pemutakhiran data secara langsung sangat penting agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan diterima masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kita berterima kasih kalau kemudian pemerintah daerah melakukan groundcheck seperti ini. Kan ini semua untuk warga, rakyat kita,” ujar Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Jember Muhammad Fawait beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Verifikasi dan validasi data yang dilakukan Pemkab Jember bertujuan mengidentifikasi calon penerima bantuan Program Perhutanan Sosial Tahun 2026 sekaligus memastikan akurasi data masyarakat desil 1, baik yang sudah menerima maupun belum menerima bantuan sosial.
Agus Jabo menegaskan, Presiden Prabowo Subianto menargetkan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun ini. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pak Menteri sudah menekankan, apapun yang ada di Kemensos ini, strateginya cuma satu, graduasi pengentasan kemiskinan. Mau Direktorat Linjamsos, Rehsos, Dayasos, goal-nya harus graduasi, pengentasan. Jadi kita sedang ke sana semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Muhammad Fawait menjelaskan proses verifikasi dan validasi data masih terus berlangsung dengan melibatkan ribuan ASN di lingkungan Pemkab Jember.
Ia menyebut seluruh ASN diwajibkan turun langsung ke lapangan setelah mendapatkan pembekalan dari Badan Pusat Statistik dan pendamping PKH.
“Semua ASN kami, sebanyak 21 ribu sekian, kami wajibkan, tidak terkecuali. Termasuk Pak Sekda juga saya suruh turun,” kata Fawait.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat sehingga program bantuan sosial dan pemberdayaan pemerintah dapat berjalan lebih efektif dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. (Red)









