Wamensos Gus Jabo Tinjau Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Pembangunan Capai 91 Persen

Kulon Progo – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (1/7/2026). Hasil peninjauan menunjukkan pembangunan telah mencapai 91 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan Juli 2026.

“Jadi pada hari ini kita mengecek kesiapan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kulon Progo. Pembangunan gedungnya, insyaallah, pertengahan Juli beres. Sekarang progresnya sudah 91 persen,” kata Agus Jabo.

Dalam kunjungannya, Wamensos meninjau ruang kelas yang akan digunakan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD). Meja dan kursi belajar telah tertata rapi sebagai bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru.

Gedung permanen Sekolah Rakyat Kulon Progo nantinya akan menampung 314 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh siswa dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak mulai 14 Juli 2026.

Menurut Agus Jabo, selain menyelesaikan pembangunan fisik, pemerintah juga mulai melakukan penataan lingkungan sekolah agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan nyaman sejak hari pertama.

“Di samping menyiapkan kelas, menyiapkan fasilitas yang lain, pembersihan sudah mulai dilakukan. Jadi nanti begitu siswa masuk, alat berat sudah tidak ada. Lokasinya juga sudah bersih sehingga tidak mengganggu proses MPLS yang dimulai tanggal 14 Juli,” ujarnya.

Untuk mengejar target penyelesaian, pembangunan terus dipercepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan melibatkan 1.134 tenaga kerja di lokasi proyek.

Sekolah Rakyat permanen Kulon Progo dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare yang berlokasi di Kelurahan Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Kompleks sekolah tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan kehidupan berasrama, antara lain ruang kelas, perpustakaan, gedung asrama, rumah ibadah, lapangan basket, lapangan upacara, serta rumah susun bagi guru dan tenaga kependidikan.

Turut mendampingi peninjauan tersebut antara lain Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo Ernawati, Kabid Jaminan Sosial Provinsi DIY Suparmin, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta Haruman Hendarsah, Kepala Sentra Antasena Magelang Supriyono, Kepala SRMA 19 Bantul Agus Ristanto, serta Kepala SRMA 20 Sleman Reti Sudarsih.

Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh Sekolah Rakyat permanen siap beroperasi sesuai jadwal, sehingga peserta didik dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dapat memulai proses pembelajaran dengan fasilitas yang layak, aman, dan berkualitas pada tahun ajaran 2026/2027. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *