DPRD Lampung Mustika Bahrum Tampung Usulan Jembatan dan Program Pemberdayaan Desa

Pesawaran – Masyarakat Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Anggota DPRD Provinsi Lampung Mustika Bahrum dalam kegiatan serap aspirasi (reses) yang digelar di balai desa setempat, Selasa (3/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyoroti sejumlah kebutuhan pembangunan, terutama pembangunan jembatan penghubung antar desa serta harapan agar Desa Gunung Rejo mendapat perhatian lebih dalam berbagai program bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Lampung itu menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan agenda wajib bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat.

Namun demikian, menurutnya momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, terlebih di bulan Ramadan.

“Reses ini hanya kemasannya saja. Yang terpenting di bulan Ramadan ini kita bisa bertatap muka dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Mustika Bahrum.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Rejo M. Yusuf menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mustika Bahrum yang untuk kedua kalinya datang secara resmi ke desa tersebut.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran beliau. Ini merupakan kunjungan kedua secara kedinasan dan tentu menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat kami,” kata Yusuf.

Menurutnya, kehadiran anggota DPRD provinsi di desa menjadi motivasi bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang masih diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir perangkat desa, Ketua BPD, guru PAUD, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.

Yusuf kemudian menyampaikan dua aspirasi utama masyarakat. Pertama, terkait pembangunan jembatan penghubung antar desa yang dinilai sangat mendesak untuk meningkatkan aksesibilitas warga.

Ia menjelaskan bahwa saat ini akses menuju beberapa wilayah masih harus memutar cukup jauh karena belum tersedianya jembatan penghubung yang memadai.

“Jalan menuju lokasi sebenarnya sudah ada, tinggal pembangunan jembatannya saja. Jika mengandalkan APBD kabupaten kemungkinan cukup sulit, sehingga kami berharap ini bisa diperjuangkan melalui provinsi,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya dukungan program pembangunan dan pemberdayaan desa dari pemerintah provinsi.

“Ketika ada program dari pemerintah provinsi yang bisa dibawa ke desa, kami berharap Desa Gunung Rejo juga dapat menjadi salah satu prioritas,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mustika Bahrum yang juga bergelar adat Suntan Pengayom Makhga menegaskan akan menampung dan mencatat seluruh usulan masyarakat untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan di tingkat provinsi.

“Fungsi reses adalah memastikan kebutuhan riil masyarakat dapat kita dengarkan langsung dan kita perjuangkan dalam program pembangunan daerah,” tegasnya. (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *