Sampang – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berjalan sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan tersebut, Minggu (10/5/2026).
“Targetnya akhir Juni sudah selesai. Minggu kedua Juli sudah bisa digunakan untuk masa pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Gus Ipul.
Berdasarkan data di lapangan, progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang hingga 10 Mei 2026 telah mencapai lebih dari 54 persen dan terus dikebut agar selesai tepat waktu.
Untuk wilayah Madura, saat ini telah berjalan tiga Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Sementara gedung Sekolah Rakyat permanen baru dibangun di Kabupaten Sampang.
Gus Ipul berharap pembangunan gedung permanen juga dapat segera dilakukan di tiga kabupaten lainnya di Madura pada tahun depan.
“Sementara tahun depan tiga kabupaten lainnya kita harapkan sudah bisa dibangun gedung permanennya,” katanya.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat permanen di Sampang nantinya diproyeksikan mampu menampung hingga seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyusun simulasi penempatan siswa Sekolah Rakyat dari empat kabupaten di Madura agar seluruh siswa bisa tetap mendapatkan layanan pendidikan secara optimal.
“Mungkin yang sudah ada di sekolah rintisan akan diteruskan. Sementara untuk tahun ajaran 2026, empat kabupaten bisa belajar di sini terlebih dahulu,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul kembali menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Karena itu, proses penerimaan siswa dilakukan melalui sistem penjangkauan langsung, bukan pendaftaran umum seperti sekolah pada umumnya.
“Kita ingin proses penjangkauan ini bersih. Tidak ada titipan, tidak ada kongkalikong, tidak ada bayar-bayar, dan tidak ada praktik KKN,” tegas Gus Ipul.
Ia menekankan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yakni memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurrohman Taufik, serta Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan. (Red)











