Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menunjukkan keseriusan mendukung program prioritas pemerintah melalui penyiapan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sumenep yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan sport center. Lokasinya berada di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, tepat di seberang Universitas Wiraraja dan tidak jauh dari akses Jalan Trunojoyo yang merupakan jalur jalan nasional.
Kabid Linjamsos Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep R. Erwien Hendra Laksmono mengatakan, lahan tersebut menjadi lokasi kedua yang diajukan setelah lokasi sebelumnya dinilai belum memenuhi persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
“Status lahan milik Pemkab dengan luas 7,1 hektare,” ujar Erwien saat meninjau lokasi bersama Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai, Kabid Tata Ruang Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep Hariyanto Effendi, serta rombongan, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Erwien, pemerintah daerah telah menyiapkan dokumen pengajuan dan dalam waktu dekat akan menyerahkannya kepada Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat di Kementerian Sosial, Jakarta.
“Proposal akan langsung dikirim. Kepala Dinas Sosial dan PU akan segera ke Jakarta,” katanya.
Pemkab Sumenep berharap kelengkapan persyaratan tersebut dapat mempercepat proses pembangunan sehingga Sekolah Rakyat permanen dapat mulai dibangun pada tahun ini.
Dari hasil peninjauan, lokasi yang disiapkan dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Lahan berada di kawasan yang relatif mudah diakses, kondisi tanah cukup datar, sementara akses kendaraan menuju lokasi juga telah tersedia melalui jalan desa.
“Dengan kondisi sekarang, tinggal diuruk dan diperluas saja,” ujar Erwien.
Penyiapan lahan tersebut mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib. Ia menilai langkah Pemkab Sumenep menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional di bidang pendidikan sekaligus pengentasan kemiskinan.
Menurut Ishaq, keputusan mengalihkan lahan yang sebelumnya disiapkan untuk sport center menjadi lokasi Sekolah Rakyat merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
“Sumenep sudah ikhtiar menyiapkan lahan yang awalnya untuk sport center diubah untuk Sekolah Rakyat. Ini iktikad baik Pak Bupati terlibat secara aktif memastikan program prioritas Presiden,” katanya.
Ia berharap perjuangan pemerintah daerah tersebut dapat menjadi bagian penting dari sejarah pembangunan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Sumenep.
“Bupati Sumenep telah berjuang sekuat tenaga. Mudah-mudahan ini jadi legacy beliau yang sudah habis-habisan memperjuangkan Sekolah Rakyat,” ujar Ishaq.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Sosial Ahmad Rifai mendorong Pemkab Sumenep membentuk sekretariat bersama untuk mempercepat proses konsolidasi dan pemenuhan berbagai persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Menurutnya, sekretariat bersama akan mempertemukan berbagai perangkat daerah yang memiliki kewenangan terkait, sehingga proses pengajuan tidak berjalan secara parsial.
“Sekber akan mempercepat koordinasi Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Katim PKH. Jadi konsolidasi nanti enak, lengkap, konsolidasi persyaratan bisa cepat,” jelas Ahmad.
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut nantinya diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep yang saat ini masih berstatus rintisan.
SRT 49 Sumenep telah beroperasi sejak 2025 dan saat ini menampung 76 siswa jenjang SD dan SMP. Kegiatan pembelajaran masih berlangsung dengan memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Batuan.
Keterbatasan kapasitas gedung membuat pengembangan layanan pendidikan menjadi tidak maksimal. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat permanen diharapkan dapat memberikan fasilitas pendidikan yang lebih layak, lengkap, dan berkelanjutan bagi para siswa.
Program Sekolah Rakyat sendiri diarahkan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan gratis bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, miskin ekstrem, maupun rentan miskin. Pendidikan berbasis asrama ini tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pengasuhan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pengembangan potensi peserta didik.
Bagi Sumenep, kesiapan lahan 7,1 hektare menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar dan mengembangkan masa depan.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan koordinasi bersama pemerintah pusat, penyiapan lahan tersebut diharapkan segera berlanjut pada tahap pembangunan fisik sehingga Sekolah Rakyat permanen Sumenep dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Red)













