Lampung Tengah – Anggota DPRD Provinsi Lampung Komisi IV sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T., M.Sos, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah sekaligus pembentukan karakter generasi masa depan. Peran tersebut, menurutnya, tercermin kuat dalam kiprah kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini konsisten berkhidmah untuk umat dan bangsa.
Penegasan itu disampaikan Ni Ketut Dewi Nadi saat memberikan sambutan pada kegiatan Fatayat NU yang digelar di Lapangan Ratna Chaton, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (1/2/2026). Meski diguyur hujan sejak malam sebelumnya, kegiatan berlangsung khidmat, penuh kebersamaan, dan sarat nilai keagamaan serta kebangsaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PC Fatayat NU Lampung Tengah beserta jajaran pengurus, Camat Seputih Raman, Ketua PAC Fatayat NU Korwil Timur, para lurah se-Kecamatan Seputih Raman, Ketua Ranting NU, Muslimat NU, MWC NU, LP Ma’arif, kepala sekolah SMP Ma’arif, MTs, dan MA, perwakilan KUA dan Kementerian Agama Lampung Tengah, Koramil, Polsek, Ansor, Banser, Pagar Nusa, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ni Ketut Dewi Nadi yang juga menjabat Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan rasa hormat dan haru kepada seluruh kader Fatayat NU yang terus menjaga komitmen pengabdian di tengah tantangan zaman.
Ia menilai, di balik peran aktif kader Fatayat NU, terdapat keteguhan hati, pengorbanan, dan doa yang tidak pernah putus demi keluarga, lingkungan, dan masa depan bangsa.
“Fatayat NU bukan sekadar organisasi perempuan muda. Fatayat NU adalah kekuatan moral dan sosial yang nyata di tengah masyarakat. Dari Fatayat NU lahir perempuan-perempuan tangguh yang berperan sebagai pendidik dalam keluarga, penggerak sosial, serta penjaga nilai-nilai Islam yang ramah dan rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi.
Sebagai legislator DPRD Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia, yang fondasinya dimulai dari keluarga. Dalam konteks tersebut, perempuan memegang peran kunci dalam menanamkan nilai moral, keagamaan, dan kebangsaan sejak dini.
“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ketika perempuan kuat, berdaya, dan berakhlak, maka bangsa ini akan memiliki generasi yang tangguh dan berkarakter,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi perempuan, tokoh agama, dan pemerintah daerah, termasuk DPRD Lampung, dalam menjawab tantangan sosial, degradasi moral, serta dinamika kehidupan masyarakat modern.
Ni Ketut Dewi Nadi berharap Fatayat NU terus menjadi mitra strategis pemerintah dan DPRD Lampung dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat nilai keislaman moderat, serta meneguhkan peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga dan bangsa.
“Semoga Fatayat NU senantiasa menjadi cahaya bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. (Red/Adv)











