Jajaran Fraksi PDIP DPRD Provinsi Lampung Dampingi Kunker Komisi IV DPR RI di Lampung

By Redaksi Jul 13, 2022

Bandar Lampung – Jajaran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung dampingi kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Lampung dalam rangka Reses Masa Sidang V tahun 2021-2022, di Mahan Agung, Bandar Lampung, Rabu (13/7/2022). Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Lampung dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sudin.

Kostiana, SH.MH, ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa seluruh anggota fraksi hadir atas undangan ketua Komisi IV DPR RI, Sudin. SE, dalam rangkaian kunjungan kerja diprovinsi Lampung.

“Kami seluruh anggota fraksi hadir atas undangan ketua Komisi IV DPR RI, bapak Sudin. SE, dalam rangkaian kunjungan kerja diprovinsi Lampung ini”. Ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Gubernur Lampung selaku tuan rumah didampingi jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung menyambut dengan hangat rombongan yang hadir. Pada kesempatan tersebut Gubernur Arinal Djunaidi mengucapkan selamat datang dan menyambut baik kunjungan kerja dari Komite IV DPD RI ke Provinsi Lampung.

“Selamat datang sekaligus ucapan terimakasih kami atas kerjasama dan dukungan pimpinan dan seluruh anggota Komisi IV DPR RI. Yang telah terjalin selama ini dalam penyelenggraan pembangunan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Arinal.

Dalam sambutannya, Gubernur Arinal menyampaikan review atas penyelenggaraan pembangunan daerah. Hingga triwulan pertama tahun 2022 kita masih dihadapkan pada tantangan dalam penanggulangan Covid-19.
Berbagai upaya yang terus dilakukan, bersinergi dengan Kebijakan Pemerintah Pusat serta mobilisasi langkah dan dukungan seluruh komponen masyarakat Lampung. Upaya ini menunjukkan keberhasilan. Saat ini seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung merupakan zona dengan resiko rendah dan tidak ada tambahan kasus baru yang terkonfirmasi.

“Di sisi lain, kinerja pembangunan ekonomi daerah juga tetap baik meskipun di tahun 2021 pandemi Covid 19 masih terjadi. Hal ini ditandai dengan indikator pertumbuhan ekonomi Lampung yang terus semakin membaik sepanjang tahun 2021. Sehingga ekonomi Lampung diharapkan tumbuh mencapai 4% ditahun 2022,” jelasnya.

Kinerja pertumbuhan ekonomi Lampung kedepan, lanjutnya, diprediksi akan semakin membaik dengan didorong oleh beberapa faktor, antara lain Pertama, kinerja sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang di proyeksi terus tumbuh positif tentunya dengan dukungan kinerja program-program pembangunan di bidang pertanian. Salah satu program pendukung utamanya adalah e-KPB. Program ini diinisiasi untuk menjawab permasalahan dan kebutuhan petani di lapangan yang belum mampu dipenuhi oleh proram Kartu Tani Kementerian Pertanian.

Kedua, semakin membaiknya sisi konsumsi masyarakat sejalan dengan meningkatnya mobilisasi sumberdaya ekonomi, pergerakan masyarakat serta aktifitas dan transaksi ekonomi sejalan dengan semakin rendahnya resiko pandemi Covid-19.

Ketiga, meningkatnya produksi dan kinerja sektor industri (Hilirisasi sumber daya alam)  maupun ekonomi kerakyatan (UMKM) serta peningkatan nilai ekspor Luar Negeri Provinsi Lampung.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menjelaskan bahwa kunjungan Komisi IV DPR RI ke Provinsi Lampung dalam rangka berdialog dan berdiskusi bersama terkait Kawasan konservasi, permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan lainnya. “Dan berdasarkan pandangan kami, masih banyak lahan-lahan tidur di Provinsi Lampung yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan produksi padi, jagung, kedelai, dan lain-lain,” jelas Sudin.

Sudin mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan dukungan kepada Provinsi Lampung sebagai penyangga pangan Nasional. Bukan hanya dari sisi pertanian, tetapi juga perkebunan, peternakan, perikanan, juga termasuk kehutanan.

“Tadi saya juga mengatakan jangan Pemerintah Pusat jangan memerintah Provinsi Lampung untuk menjaga hutan lindung, sementara uang operasionalnya tidak disiapkan. Saya juga meminta merevisi UU yang dapat membantu keuangan guna mengawasi hutan lindung,” terangnya.

Untuk mendukung Lampung sebagai penyangga pangan Nasional, Sudin berharap agar semua pihak wajib bekerjasama dalam meningkatkan produksi pangan. Terkait PMK, Sudin mengungkapkan bahwa PMK di Lampung sisanya hanya sedikit, dan dirinya sudah meminta agar segera mengirimkan vaksin PMK.

“Pertama sudah dikirim vaksin 37 ribu dosis, dan hari ini sebanyak 50 ribu dosis vaksin. Sedangkan untuk dana PMK sudah ditandatangani sekitar 4,7 T, insyaallah minggu depan cair, berarti bisa untuk menambah vaksin lagi. Tidak hanya vaksin, tetapi juga obat-obatan, vitamin, dan disinfektan,” ujar Sudin. (Red/Adv)