DPRD Metro Kritik Wacana Walikota Rubah Tugu Pena Jadi Tugu Iqro

By Redaksi Jan 5, 2022

Metro – Wacana Walikota Metro untuk melakukan pemugaran alias pembangunan kembali tugu pena dan dirubah menjadi tugu iqro sebagai icon baru di Bumi Sai Wawai dikritik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota setempat.

Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Didik Isnanto menilai wacana Walikota tersebut keluar dari urgensi pembangunan dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19 di Bumi Sai Wawai.

“Kalau bicara tugu pena menjadi tugu iqro yang diwacanakan pak wali, saya nilai belum ada urgentsinya di tengah masa pemulihan ekonomi pasca pandemi. Masih banyak infrastruktur yang rusak seharusnya menjadi prioritas pembangunan,” kata Didik dilansir dari  Kupastuntas.co melalui sambungan WhatsApp, Rabu (5/1/2022).

Didik juga mengungkapkan sejumlah hal yang dinilai penting untuk ditindaklanjuti pemerintah Kota prihal kepentingan masyarakat. Mulai dari pengentasan banjir hingga penyediaan penerangan lampu jalan.

“Selain itu, Metro ini masih ada beberapa wilayahnya yang rawan banjir dan minimnya penerangan akibat lampu jalan yang belum tersedia secara merata. Seharusnya itu yang diutamakan oleh Walikota. Karena itulah yang menjadi janji politik Pak Wali, bukan pemugaran tugu pena,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia tetap setuju pemerintah membangun icon baru namun tidak menghilangkan sejarah dari icon yang telah ada. Ia juga menyinggung Walikota agar tidak melukai hati masyarakat dengan pembangunan yang menyuguhkan identitas kelompok tertentu.

“Saya sebagai muslim setuju dibuatkan tugu Iqro, tapi tidak sekarang dan jangan di lokasi yang sudah ada seperti tugu pena. Jangan lukai hati rakyat yang non muslim, karena di Metro bukan hanya dari satu kelompok saja,” paparnya Didik.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan bahwa wacana Walikota memugar tugu pena tidak mendapat persetujuan DPRD.

“Dan perlu diingat, itu tidak ada persetujuan dari legeslatif. Prioritaskan kepentingan masyarakat luas, perbaikan infrastruktur yang rusak, pengembangan UMKM dan penyediaan pupuk bagi petani, itu yang saya kira lebih penting,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Metro Wahdi menjelaskan persoalan rencana pembangunan tugu pena. Menurutnya, rencana pembangunan tugu tersebut agar dapat menjadi daya tarik masyarakat yang berkunjung ke Bumi Sai Wawai.

“Untuk rencana pembangunan tugu pena begini,  bagaimana kita membangun sebuah kota tentu kota itu dengan berbagai macam problematika dan kita kan ingin kota kita lebih baik, begitu orang masuk tampak menarik. Jadi orang memandang kita, ooh ini sebuah kota begitu,” ucap Wahdi usai rapat persiapan pembangunan tahun 22 di Aula Pemkot setempat, Selasa (4/1/2021).

Wahdi menyampaikan bahwa pembangunan icon tugu pena tersebut sangat penting. Selain itu, menurutnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) juga memprioritaskan icon pendidikan.

“Masyarakatnya taat dengan rambu-rambu, itukan gambaran sebuah kota. Sama juga membangun sebuah icon sangat penting sekali, karena RPJMD kita masih kota pendidikan tentu hal-hal harus dimunculkan jangan sampai kita terlambat,” ujarnya.

Meskipun begitu, Walikota juga mengaku akan membahas kembali rencana pembangunan tugu pena Metro tersebut.

“Yang susahnya pembangunan kita akan terhambat itu karena kita tidak mementingkan hal-hal yang saya sampaikan tadi. Tapi nanti dibahas lagi kalau tugu pena ya, tapi saya kira itu penting sekali. Di kecamatan-kecamatan saja sudah bagus sekali,” tandasnya. (*)