HUT Tagana ke-22, Mensos Gus Ipul Tegaskan Peran Garda Terdepan dan Integritas Tanpa Kompromi

Jakarta – Taruna Siaga Bencana (Tagana) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 dengan mengusung tema “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”. Peringatan ini menegaskan komitmen Tagana sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh kader Tagana atas dedikasi yang telah diberikan selama ini.

“Saya bersama Pak Wamen mengucapkan selamat ulang tahun. Terima kasih atas pengabdian tanpa lelah kader-kader Tagana di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Gus Ipul saat memberikan arahan secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Zoom tersebut diikuti perwakilan Tagana dari 38 provinsi. Sebelumnya, rangkaian peringatan HUT Tagana telah digelar di berbagai daerah melalui apel, santiaji, hingga kegiatan bakti sosial.

Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan enam pesan utama sebagai penguatan peran Tagana ke depan.

Pertama, siaga tanpa kompromi. Tagana diminta selalu hadir paling awal saat bencana terjadi, tanpa keraguan dalam menjalankan tugas, baik pada tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.

Kedua, profesional dan terlatih. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk kemampuan evakuasi, pengelolaan logistik, dapur umum, serta dukungan psikososial.

“Yang kita hadapi bukan simulasi, tapi nyawa manusia,” tegasnya.

Ketiga, solid dan terintegrasi. Tagana harus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, BNPB/BPBD, serta relawan lainnya.

“Tidak ada bencana yang bisa ditangani sendiri. Harus dengan gotong royong,” ujarnya.

Keempat, berbasis data dan sistem. Gus Ipul mendorong pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai dasar penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.

Kelima, integritas tanpa tawar. Ia mengingatkan agar tidak ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan.

“Integritas adalah modal utama dalam melayani masyarakat,” katanya.

Keenam, humanis dan berempati. Menurutnya, kehadiran Tagana tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan penguatan bagi korban bencana.

Dengan semangat 22 tahun pengabdian, Tagana diharapkan terus menjadi kekuatan sosial yang tangguh, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *