Mensos Gus Ipul Tegaskan Setiap Desa Harus Miliki Operator Data untuk Perkuat DTSEN

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya keberadaan operator data di setiap desa guna memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan utama penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan.

Menurutnya, peran operator data bersama perangkat desa dan petugas lapangan menjadi kunci dalam memastikan data yang akurat sehingga intervensi negara benar-benar tepat sasaran.

“Data itu kita terima dari bawah. Kita tidak mau ada kepala desa, bupati, atau wali kota yang tidak mengetahui data tersebut. Semua disalurkan melalui jalur resmi dan partisipatif,” ujar Gus Ipul saat menerima audiensi Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa data bersifat dinamis sehingga perlu terus diperbarui oleh pemerintah daerah. Data yang telah dimutakhirkan nantinya akan dikelola oleh Badan Pusat Statistik, bukan lagi di Kemensos.

“Jadi tidak ada otak-atik data dulu,” tegasnya.

Selain pemutakhiran DTSEN, Mensos juga meminta kepala daerah untuk aktif berperan dalam penjangkauan siswa baru Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.

“Saya minta untuk berperan dalam penjangkauan siswa Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Proses penjangkauan dimulai dari data desil 1–2 DTSEN, dilanjutkan verifikasi lapangan oleh pendamping PKH, BPS, dan pemerintah daerah, kemudian dialog persetujuan dengan orang tua atau wali, hingga penetapan calon siswa oleh kepala daerah.

Gus Ipul juga menjelaskan sistem multi entry multi exit yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Setiap calon siswa akan melalui asesmen terlebih dahulu untuk menentukan jenjang pendidikan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga memungkinkan langsung masuk ke tingkat kelas tertentu.

“Kita asesmen terlebih dahulu sesuai kemampuan mereka masing-masing,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa pada tahun ini terdapat 453 lulusan pertama Sekolah Rakyat, terdiri dari 329 siswa SD, 113 siswa SMP, dan 11 siswa SMA.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang dan Deli Serdang saat ini tengah berlangsung dan ditargetkan rampung serta siap beroperasi pada Juni 2026. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *