Dari Kepala Sekolah Favorit ke Sekolah Rakyat, Siti Isbandiyah Pilih Mengabdi untuk Anak Rentan

Banyumas – Dunia pendidikan bukan hal baru bagi Siti Isbandiyah. Mengawali karier sebagai guru Biologi, kini ia mengabdikan diri sebagai Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas.

Di usia 56 tahun, menjelang masa pensiun, Siti justru mengambil langkah yang tidak biasa. Ia memilih meninggalkan zona nyaman sebagai kepala sekolah di SMA favorit dan mengikuti panggilan hati untuk mendidik anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Jujur saja awalnya tidak tertarik karena saya sudah dalam posisi menjadi kepala sekolah SMA favorit di kota kami,” ungkapnya.

Perjalanan kariernya terbilang panjang. Siti pernah menjadi guru Biologi di SMAN 1 Purwokerto, kemudian menjabat sebagai kepala sekolah di sejumlah sekolah negeri, di antaranya SMAN 1 Baturraden, SMAN 5 Purwokerto, SMAN 1 Purwokerto, hingga terakhir di SMAN 2 Purwokerto.

Namun pada 2025, ia memantapkan hati untuk memimpin SRMP 13 Banyumas. Keputusan tersebut dilandasi nilai spiritual yang ia pegang teguh, salah satunya terinspirasi dari Surah Al-Ma’un tentang kepedulian terhadap kaum miskin.

“Di situlah saya berpikir bahwa ini jalan yang Allah berikan untuk saya. Mungkin saya tidak bisa memberi makan secara langsung, tetapi sebagai guru saya bisa memberikan pendidikan yang baik,” ujarnya.

Sejak bergabung di Sekolah Rakyat, Siti menemukan banyak pengalaman baru yang menyentuh hatinya. Ia berhadapan langsung dengan siswa dari kelompok desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Menurutnya, anak-anak tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih sabar, telaten, dan terarah.

“Dari kondisi yang berbeda ini, ada tantangan tersendiri. Anak-anak ini butuh sentuhan, pendampingan, dan pendidikan yang lebih intens,” katanya.

Selama hampir dua semester berjalan, Siti menyaksikan perubahan signifikan pada para siswanya. Dari yang awalnya kehilangan arah, kini mereka mulai berani bermimpi dan memiliki cita-cita.

“Alhamdulillah mereka sudah berani bermimpi, mengumpulkan cita-cita, dan mulai berusaha mencapainya,” tuturnya haru.

Di akhir pernyataannya, Siti menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya program Sekolah Rakyat yang memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga rentan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan anak-anak kami harapan baru, rumah baru, dan kesempatan yang luar biasa,” ucapnya.

Sebagai informasi, SRMP 13 Banyumas saat ini membina 50 siswa yang terdiri dari 24 laki-laki dan 26 perempuan. Dalam menjalankan kegiatan pendidikan, Siti didukung oleh 12 guru, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tenaga kependidikan lainnya.

Dari ruang-ruang sederhana di Banyumas, Siti Isbandiyah membuktikan bahwa pengabdian tak mengenal usia. Di tangan pendidik seperti dirinya, harapan anak-anak yang sempat redup kini kembali menyala. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *