Jakarta – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mempercepat penyelesaian persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat permanen sekaligus memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal tersebut disampaikan Wamensos Agus Jabo saat menerima kunjungan Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Agus Jabo mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam mendukung program pemerintah, khususnya pembangunan Sekolah Rakyat. Ia meminta seluruh proses pengajuan dikawal secara serius agar dapat segera direalisasikan.
“Saya senang Pak Bupati ada perjuangan kuat untuk melaksanakan program pemerintah. Tolong dikawal habis-habisan,” kata Agus Jabo.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program yang menyasar anak-anak dari keluarga pada kelompok masyarakat paling bawah. Karena itu, setiap tahapan pembangunan harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan lahan, kelengkapan administrasi, hingga persyaratan teknis pembangunan.
“Sekolah Rakyat ini menyentuh masyarakat yang paling bawah, karena itu perlu dikawal habis-habisan,” tegasnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal tengah menyelesaikan pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Sebelumnya, pengajuan tersebut sempat terkendala persoalan lahan sehingga pemerintah daerah menyiapkan lokasi alternatif yang dinilai lebih memenuhi persyaratan.
Setelah lokasi baru dinyatakan memenuhi ketentuan, pengajuan pembangunan akan diproses melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melengkapi seluruh persyaratan sehingga Mandailing Natal berpeluang masuk dalam pembangunan Sekolah Rakyat tahap III.
Pembangunan tahap III tersebut direncanakan dimulai pada Oktober 2026 dan ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran 2027/2028 dimulai.
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, Agus Jabo meminta Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memberikan perhatian serius terhadap pemutakhiran DTSEN. Menurutnya, akurasi data menjadi semakin penting karena digunakan sebagai basis berbagai program dan kebijakan pemerintah.
DTSEN antara lain menjadi salah satu basis dalam penyaluran bantuan sosial, pemberian bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta proses rekrutmen calon peserta Sekolah Rakyat.
“Jadi updating data ini harus betul-betul dilakukan dengan serius dan teliti. Karena sekarang data ini menjadi dasar untuk berbagai program pemerintah,” ujarnya.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang digunakan dalam berbagai program pemerintah semakin sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
“Kami terus melakukan updating. Kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada 6.800 data yang keluar dari bansos karena judi online,” kata Saipullah.
Agus Jabo mengapresiasi langkah pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, pemutakhiran data tidak hanya penting untuk memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang tepat, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam merancang dan menyalurkan berbagai intervensi secara lebih akurat.
Karena itu, pemerintah daerah diminta terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat.
Di sisi lain, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Mandailing Natal diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Dengan kesiapan data yang semakin akurat dan dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat yang terus diperkuat, pemerintah berharap intervensi sosial dapat semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Mandailing Natal. (Red)








