Lama Tertunda, Tokoh Muda Banten Desak DPRD Segera Bentuk Timsel KPID Baru

Oleh: Tokoh Muda Kota Serang, Roja Rohmatulloh

Banten – Ada kabar yang lagi hangat banget nih dari jagat politik dan penyiaran di tanah Banten. Tokoh Muda Kota Serang, Roja Rohmatulloh, baru aja ngasih kritikan pedas yang cukup menyita perhatian publik.

Nggak pakai basa-basi, Tokoh Muda Kota Serang tersebut langsung mendesak Komisi I DPRD Provinsi Banten buat buru-buru ambil tindakan nyata. Langkah konkret yang dia maksud adalah segera membentuk Tim Seleksi (Timsel) untuk Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten.

Isu ini mencuat ke permukaan bukan tanpa alasan yang jelas. Ternyata, masa jabatan para komisioner KPID Banten yang sekarang itu sebenarnya udah expired alias habis sejak Desember 2024 lalu.

Gara-gara hal tersebut, Roja menilai proses pergantian komisioner ini harus banget segera dapet titik terang. Dia nggak mau masalah krusial kayak begini malah dibikin berlarut-larut tanpa kejelasan yang pasti.

Menurut pandangan Roja, DPRD Banten—khususnya rekan-rekan di Komisi I—harus mulai gaspol melakukan kajian mendalam. Mereka dituntut segera menyusun rencana pembentukan tim seleksi sebagai starting point rekrutmen.

“Komisi I DPRD Banten harus segera menyusun rencana pembentukan tim seleksi. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut tanpa kepastian,” ungkap Roja dengan tegas saat memberikan pernyataannya di Kota Serang.

Lebih lanjut, sosok pemuda yang aktif menyuarakan aspirasi ini juga nge-spill fakta menarik lainnya. Ia menyoroti soal perpanjangan masa jabatan komisioner KPID Banten yang menurutnya sudah terjadi dalam beberapa kali.

Menurut doi, mekanisme perpanjangan jabatan itu nggak boleh terus-menerus dijadikan alasan atau excuse buat stuck di tempat. Kebiasaan menunda proses seleksi dinilai bisa menghambat proses regenerasi kepemimpinan.

Padahal, yang namanya regenerasi di lembaga penyiaran daerah itu hukumnya penting banget. Harus ada wajah-wajah baru dengan visi segar yang siap memimpin lembaga tersebut ke depannya.

Enggak cuma soal ganti orang, Roja juga menilai kalau kepastian proses seleksi ini punya efek domino yang besar. Salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan tata kelola kelembagaan itu sendiri.

Selain itu, aspek transparansi dan akuntabilitas juga dipertaruhkan dalam urusan ini. Dua poin tersebut adalah kunci utama dalam penyelenggaraan pengawasan penyiaran yang sehat di Provinsi Banten.

“Jangan terus-menerus masa jabatan diperpanjang. Sudah berapa kali perpanjangan dilakukan? Ini harus segera dikaji ulang,” kata Roja yang tampaknya sudah mulai gerah dengan kondisi tersebut.

Dirinya juga mengungkapkan jika proses rekrutmen komisioner KPID Banten yang baru harus punya timeline yang pasti. Publik berhak tahu kapan proses tersebut dimulai dan selesai tanpa ada drama penundaan lagi.

Pada bagian akhir pernyataannya, Roja menaruh harapan besar kepada para wakil rakyat di DPRD Banten. Dia ingin mereka bisa menjalankan fungsi dan kewenangannya secara optimal sebagai lembaga pengawas.

Harapan terbesarnya adalah agar proses seleksi komisioner KPID Banten yang baru nanti bisa berjalan super transparan, profesional, dan pastinya saklek sesuai aturan yang berlaku. No tipu-tipu dan pure professional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *