Kota Metro – Semangat gotong royong warga kembali menjadi wajah asli pembangunan dari bawah. Warga RT 36 dan RT 37 Kelurahan Metro, Kota Metro, bergotong royong membersihkan sekaligus membuka akses jalan menuju Kompleks Makam Lambaw, Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan rumput liar yang menutup badan jalan sekaligus membentuk jalur akses baru menuju area pemakaman yang selama ini sulit dijangkau.
Aksi kolektif warga tersebut mendapat perhatian sejumlah pihak. Hadir langsung di lokasi Lurah Metro, anggota DPRD Provinsi Lampung, anggota DPRD Kota Metro, serta Babinsa Kodim 0411/KM sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan lingkungan.
Lurah Metro, Ferry Wahyudi, mengapresiasi kekompakan warga yang dinilainya masih sangat kuat di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
“Warga hadir lengkap, ikut gotong royong bersama pamong kelurahan. Bahkan ada yang dengan sukarela menyiapkan konsumsi. Ini menunjukkan nilai kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat,” ujar Ferry.
Selain membersihkan akses yang tertutup, warga juga membentuk badan jalan baru selebar kurang lebih 2,5 meter sebagai jalur tembus menuju Makam Lambaw. Akses ini direncanakan akan diusulkan secara resmi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Metro agar mendapat dukungan anggaran pemerintah.
Anggota DPRD Kota Metro dari Fraksi PKS, Romadoni Yunanto, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif warga. Menurutnya, pembukaan akses tersebut merupakan kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami mendorong agar ke depan ada alokasi anggaran untuk pemadatan jalan, sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Ini fasilitas umum yang menyangkut kepentingan banyak orang,” kata Romadoni.
Ia menambahkan, usulan pembangunan akses jalan tersebut telah masuk dalam agenda reses dan Musrenbang dengan target realisasi pada tahun 2026.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi MG Nasution, S.T, menegaskan bahwa aksi gotong royong warga Metro harus menjadi contoh nyata pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Menurut Tondi, DPRD Provinsi Lampung memandang kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti, melainkan wujud kepedulian dan kesadaran kolektif warga terhadap kebutuhan infrastruktur dasar.
“Apa yang dilakukan warga RT 36 dan RT 37 ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menunggu, tetapi bergerak. DPRD Provinsi Lampung sangat mengapresiasi inisiatif ini dan akan mendorong agar pemerintah memberikan dukungan anggaran yang memadai,” tegas Tondi.
Ia menekankan bahwa DPRD Lampung memiliki komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat hingga masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
“Gotong royong seperti ini harus ditindaklanjuti dengan kebijakan. DPRD Lampung siap menjadi jembatan agar aspirasi warga mendapat respons nyata, baik melalui Musrenbang maupun skema pembangunan lainnya,” ujarnya.
Tondi juga menilai akses menuju makam umum merupakan bagian dari pelayanan dasar yang tidak boleh diabaikan.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi soal penghormatan terhadap nilai sosial dan kemanusiaan. Akses yang layak menuju makam adalah kebutuhan mendasar masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RW 007 Kelurahan Metro, Agus Supramono, mengatakan akses tersebut sangat dibutuhkan karena selama ini belum tersedia jalur tembus dari Jalan Melati menuju Makam Lambaw.
“Antusiasme warga sangat tinggi. Harapannya pembangunan ini tidak harus menunggu terlalu lama, kalau bisa direalisasikan lebih cepat demi kepentingan bersama,” pungkas Agus.
Melalui sinergi warga, pemerintah kelurahan, dan dukungan legislatif, pembukaan akses menuju Makam Lambaw diharapkan menjadi langkah awal percepatan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat di Kota Metro. (Red/Adv)
