LAMPUNG TENGAH — PKBM Cendikia Lampung Tengah mematangkan kesiapan peserta didik kelas XII dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui pelaksanaan gladi pada 10, 11, 17, dan 18 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di PKBM Cendikia, Kampung Mojopahit, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.
Gladi TKA dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan peserta didik untuk memahami prosedur asesmen, menguji kesiapan teknis, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan asesmen sesungguhnya.
Kepala PKBM Cendikia Lampung Tengah, Andi Noviyandi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa persiapan asesmen tidak boleh sekadar menjadi kegiatan rutin atau pemenuhan administrasi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi kesiapan peserta didik.
“Gladi TKA ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan peserta didik memahami mekanisme pelaksanaan, mampu mengenali kendala yang mungkin muncul, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik. Pendidikan kesetaraan juga harus mendapatkan perhatian serius dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan,” tegas Andi.
Menurutnya, peserta didik Program Paket C memiliki latar belakang usia, kondisi sosial, dan pengalaman belajar yang beragam. Karena itu, penyelenggara pendidikan perlu memberikan pendampingan yang adaptif tanpa mengurangi komitmen terhadap kualitas pembelajaran.
Ia menambahkan bahwa pendidikan kesetaraan tidak boleh dipandang sebelah mata. Setiap peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan berkualitas, mengembangkan potensi akademik, serta memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui gladi tersebut, PKBM Cendikia berupaya mengevaluasi kesiapan teknis, pemahaman peserta didik terhadap prosedur asesmen, serta kesiapan penyelenggara. Apabila ditemukan kendala, evaluasi dan perbaikan perlu segera dilakukan agar persiapan berjalan lebih optimal.
Pelaksanaan gladi TKA kelas XII ini menjadi bagian dari komitmen PKBM Cendikia Lampung Tengah dalam memperkuat mutu layanan pendidikan nonformal. Fleksibilitas pembelajaran melalui metode tatap muka, tutorial, dan mandiri perlu diimbangi dengan proses pembelajaran yang efektif, pendampingan yang memadai, serta evaluasi berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan kesetaraan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan dan kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kualitas layanan, kesiapan peserta didik, dan terbukanya peluang untuk meningkatkan kualitas hidup.
PKBM Cendikia Lampung Tengah meneguhkan komitmennya bahwa pendidikan bermutu bukan hanya hak segelintir orang, melainkan hak setiap warga negara.
Pendidikan Bermutu untuk Semua, Menjangkau yang Tidak Terjangkau, Melayani yang Tidak Terlayani.













