Tari Kecak Siswa Sekolah Rakyat Tabanan Curi Perhatian Presiden Prabowo

Tabanan – Sambutan hangat dan penuh semangat mewarnai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Berbagai penampilan seni dan budaya disuguhkan oleh para siswa sebagai bentuk penghormatan sekaligus kebanggaan atas kehadiran Presiden di lingkungan sekolah mereka.

Dari berbagai pertunjukan yang ditampilkan, Tari Kecak menjadi salah satu penampilan yang paling menarik perhatian. Sebanyak 16 siswa SRMP 17 Tabanan tampil membawakan tarian khas Bali tersebut dengan penuh percaya diri dan semangat.

Mengenakan kain poleng serta berbagai atribut khas Tari Kecak, para siswa mempersembahkan pertunjukan yang memadukan kekompakan, ekspresi, dan kecintaan terhadap budaya daerah. Penampilan tersebut berhasil mengundang senyum dan apresiasi langsung dari Presiden Prabowo.

Usai pertunjukan, Presiden menghampiri para penari dan menyalami mereka satu per satu. Dengan penuh kehangatan, Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas penampilan yang telah dipersembahkan.

“Terima kasih ya, terima kasih,” ucap Prabowo sambil tersenyum kepada para siswa.

Salah satu penampil yang mendapat perhatian khusus adalah Gusti Alit Widya Putra, siswa penyandang Down Syndrome yang turut ambil bagian dalam Tari Kecak. Di hadapan Presiden, Gusti Alit tampil dengan percaya diri dan menunjukkan semangat yang sama besarnya dengan teman-teman lainnya.

Melihat penampilan tersebut, Presiden Prabowo tampak tersenyum bangga. Ia kemudian menepuk pundak Gusti Alit sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.

“Terima kasih, ya,” ujar Presiden kepada Gusti Alit.

Momen tersebut menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menunjukkan bakat, dan meraih prestasi tanpa memandang latar belakang maupun kondisi yang dimiliki.

Sebagaimana Sekolah Rakyat di berbagai daerah lainnya, SRMP 17 Tabanan memberikan ruang yang setara bagi seluruh siswa yang berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain pendidikan akademik, sekolah juga mendorong pengembangan potensi non-akademik melalui seni, budaya, olahraga, dan berbagai kegiatan pembentukan karakter.

Melalui pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kemandirian, serta kemampuan sosial para siswa.

Potensi yang terus digali dan dikembangkan sejak dini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat di masa mendatang.

Kunjungan Presiden Prabowo ke SRMP 17 Tabanan menjadi momentum yang memperlihatkan bagaimana pendidikan yang inklusif dan berkeadilan dapat membuka kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak Indonesia untuk tumbuh, berkembang, dan berprestasi. (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *