Banten – Dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap ancaman kejahatan siber di kalangan pelajar, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Penerapan Simulasi Phishing Berbasis Media Sosial sebagai Upaya Preventif Serangan Siber pada Siswa” dilaksanakan di SMK Putra Tama Mandiri, yang berlokasi di Jalan Cikande–Kopo Km. 12, Kampung Padaharan, Desa Cidahu, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya phishing, yaitu salah satu bentuk serangan siber yang memanfaatkan pesan, tautan, maupun akun palsu untuk mengelabui pengguna agar menyerahkan informasi pribadi, seperti kata sandi, kode OTP, dan data akun media sosial.
Melalui simulasi berbasis media sosial, para siswa diperkenalkan pada berbagai contoh modus phishing yang kerap ditemukan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Simulasi ini dirancang untuk membantu siswa mengenali ciri-ciri pesan mencurigakan, memahami risiko membuka tautan yang tidak dikenal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital yang mengatasnamakan individu, lembaga, maupun layanan tertentu.
Selain memberikan pemahaman teoretis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah pencegahan, seperti memeriksa keaslian akun pengirim, memastikan alamat tautan sebelum mengaksesnya, tidak membagikan kode OTP kepada pihak lain, menggunakan kata sandi yang kuat, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor pada akun digital.
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung literasi digital dan membangun budaya keamanan siber di lingkungan pendidikan.
Siswa diharapkan tidak hanya mampu menggunakan media sosial secara aktif, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi indikasi serangan siber.
Melalui kegiatan PKM ini, edukasi keamanan siber diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko pencurian data dan penyalahgunaan akun di kalangan pelajar.
Dengan meningkatnya kesadaran digital, siswa diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. ***












