Banten – Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu resmi ditutup dengan kegiatan penyerahan buku bacaan dan al-Quran kepada masyarakat.
Kegiatan penutupan Pengabdian Masyarakat BEM Banten Bersatu dilaksanakan secara langsung di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten pada Rabu, 18 Februari 2026.
Momentum penutupan Pengabdian Masyarakat BEM Banten Bersatu sekaligus menjadi peresmian fasilitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diharapkan dapat menunjang peningkatan literasi, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Penutupan Pengabdian Masyarakat tersebut dihadiri secara langsung oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Camat Lebak Gedong, Kapolsek Lebak, dan Tokoh Masyarakat setempat.
Diketahui, penyerahan buku bacaan dalam Penutupan Pengabdian Masyarakat ini menjadi sebuah bentuk komitmen dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda agar memiliki akses terhadap bahan bacaan yang akan bermanfaat.
Sementara itu, penyerahan al-Quran oleh BEM Banten Bersatu diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah, pembelajaran, dan pembinaan keagamaan dalam Masjid yang telah direnovasi dalam Huntara.
Koordinator BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sebuah bentuk nyata pengabdian mahal untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Penyerahan buku bacaan dan Al-Qur’an ini adalah bagian dari komitmen kami untuk merawat harapan, membangun kembali semangat belajar, dan memperkuat nilai keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Koordinator BEM Banten Bersatu juga mengungkapkan harapannya semoga fasilitas yang ada di Huntara dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan.
“Semoga fasilitas ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan,” harapnya.
Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat BEM Banten Bersatu, Rizqi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan hingga tahap peresmian.
“Proses ini bukan hal yang mudah, tetapi dengan kebersamaan, gotong royong, dan dukungan masyarakat, semua bisa terwujud. Kami berharap TBM ini benar-benar dimanfaatkan oleh anak-anak dan warga, serta masjid yang telah direnovasi dapat menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan yang lebih hidup,” ungkapnya.
Perwakilan Kesbangpol Provinsi Banten, Kabid Dira dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kerja nyata yang dilakukan oleh para pemuda dan masyarakat dalam menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi warga.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial yang patut diapresiasi. Kegiatan seperti ini mampu memperkuat semangat gotong royong serta menjadi langkah konkret dalam membangun kualitas masyarakat melalui pendidikan dan nilai keagamaan,” katanya.
Camat Lebak Gedong, H. Rapei turut menyampaikan dukungan dan harapannya agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kehadiran TBM dan renovasi masjid (Huntara) ini diharapkan menjadi pusat kegiatan positif, baik untuk belajar, berdiskusi, maupun memperkuat kehidupan spiritual warga. Semoga ini menjadi awal dari kemajuan masyarakat ke depan,” katanya.
Kapolsek Lebak Gedong, Mukhtar turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai mampu memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan rasa memiliki. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan berdaya,” katanya.
Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kontribusi semua pihak yang telah membantu mewujudkan pembangunan TBM dan renovasi masjid.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Fasilitas ini sangat berarti bagi warga, khususnya untuk anak-anak kami agar memiliki ruang belajar dan untuk masyarakat agar memiliki tempat ibadah yang lebih nyaman,” ujarnya.
Dengan diresmikannya TBM di Huntara serta selesainya renovasi masjid, diharapkan fasilitas ini dapat menjadi pusat pembelajaran, pembinaan keagamaan, dan penguatan kebersamaan warga.
Sekaligus menjadi simbol bahwa dengan kepedulian dan kebersamaan, harapan dapat terus dirawat dan kehidupan masyarakat dapat dibangun kembali. ***







